Siapa Sangka, Cikal Bakal Berhala Bermula dari 5 Patung Orang Saleh Ini

Dec 17, 2020 10:50
Patung berhala pertama kali (Foto: YouTube Inspira Studio)
Patung berhala pertama kali (Foto: YouTube Inspira Studio)

MALANGTIMES - Dalam iman dan sejarah Islam, berhala merupakan benda yang sangat buruk. Menyembah berhala merupakan perbuatan syirik yang tentunya berdosa dan dibenci oleh Allah SWT.  

Syirik sendiri merupakan dosa terbesar yang sangat berbahaya bagi manusia. Allah SWT tidak akan pernah mengampuni manusia yang berbuat syirik.  

Baca Juga : Ingin Tahu Miskinnya Orang Arab? Nyaris Sama dengan Kayanya Orang Indonesia

Salah satu penyebab terjadinya perbuatan dosa ini ialah karena lemahnya iman dan gencarnya setan mengajak manusia menjauhi cahaya hidayah Allah SWT.  

Lantas seperti apa awal mula berhala dan perbuatan syirik terjadi?  

Perbuatan dosa ini terjadi pertama kali di zaman Nabi Nuh AS. Kala itu syirik menjadi tantangan terbesar bagi Nabi Nuh dalam menjalankan dakwahnya.  

Melansir melalui tayangan video di channel YouTube Inspira Studio, bahkan istri dan anak Nabi Nuh termasuk orang yang melakukan dosa tersebut.

Diketahui benda-benda berhala ini merupakan sumber dosa karena dijadikan sebagai sesembahan. Beberapa manusia yang berbuat syirik menjadikan patung sebagai tuhan.  

Kala itu, di masa Nabi Nuh terdapat lima orang saleh yakni Wadd, Suwwa', Yagus, Ya'uq dan Nasr.

Hingga kahirnya kelima orang saleh itu meninggal dan ada setan yang mengatakan jika manusia harus membuat patung-patung mereka. Sehingga, kesedihan pun menyelimuti rakyatnya.

Di tengah kesedihan itulah, setan memanfaatkan kesempatan dengan mengubah wujud sebagai manusia dan membuatkan sebuah patung Wadd agar orang-orang dapat mengingatnya. Sampai akhirnya, setan yang menjelma sebagai manusia tersebut membuatkan banyak patung untuk disimpan di rumah orang-orang tersebut.

Kelima patung itulah yang pertama kali disembah sebagai berhala.  

Dalam riwayat Ibnu Abbas menjelaskan, "Setelah kematian orang-orang shaleh itu, Setan mengilhami umat mereka untuk mendirikan patung-patung di tempat-tempat di mana mereka biasa berkumpul. Mereka melakukannya, tetapi patung-patung ini tidak disembah sampai generasi mendatang menyimpang dari jalan hidup yang benar. Kemudian mereka menyembahnya sebagai berhala mereka."

Baca Juga : Sabun Batang Terbuat dari Emas dan Berlian Harga Rp 40 Juta, Bentuknya Seperti Keju

Hingga akhirnya Nabi Nuh mengadu kepada Allah SWT karena sulit berdakwah lantaran manusia-manusia yang mencaci makinya. Allah SWT lantas melarang Nabi Nuh untuk berada di tengah-tengah mereka.  

Nabi Nuh bersama kaumnya yang beriman lantas mematuhi perintah Allah SWT untuk membuat perahu. Mereka lantas mulai menanam pohon untuk pohon membuat perahu.  

Nabi Nuh membutuhkan waktu menanam pohon itu selama 1000 tahun lamanya. Setelah pohon itu tumbuh besar, lalu ia memotongnya dan dibuatnya perahu dengan tiga lantai.  

Khusus untuk manusia berada di lantai dua. Sementara di lantai satu tempat burung dan di lantai tiga tempat hewan-hewan buas.

Hingga akhirnya azab Allah SWT diturunkan dengan adanya banjir bandang untuk menghukum manusia-manusia yang syirik di kala itu.  

Seluruh permukaan bumi dipenuhi dengan permukaan air. Kapal Nabi Nuh pun diketahui berlabuh selama 40 hari dan air berhasil terserap di bumi.  

 

Topik
kisah nabi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru