Niat Baik Kembalikan Pulsa, Saldo Rekening Wanita Ini Malah Dikuras Penipu

Dec 13, 2020 15:05
Chat pelaku kuras rekening saat memedayai korban. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Chat pelaku kuras rekening saat memedayai korban. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lagi-lagi warga Kota Malang menjadi korban kuras rekening lantaran kode one time password (OTP) rekening miliknya diketahui oknum pelaku penipuan. Korban kali ini  adalah Siti Wahyuni (21), pegawai minimarket di daerah Sulfat.

Tak sadar memberitahukan kode OTP rekening pribadinya kepada pelaku penipu, uang di rekening korban yang awalnya berjumlah Rp 10 juta kini dikuras habis dan disisakan Rp 500 ribu.

Baca Juga : Operator Warnet Tertidur, Customer Terciduk CCTV Gasak Hp Operator

Kejadian tersebut, menurut eman korban, yakni Ainur Rohmah Dewi Kartika (21,  warga Kasin, Klojen, Kota Malang,  menimpa Siti pada Sabtu (12/12/2020) sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat  itu korban dihubungi oleh seseorang melalui WhatsApp bernomor 083803761570 dengan foto profil seorang driver ojol yang berfoto sembari menunjukkan KTP miliknya. 

Pelaku kemudian mengatakan kepada korban jika telah salah mengisi pulsa sebesar Rp 25 ke nomor telepon Siti. Korban yang mengetahui hal itu kemudian beriktikad baik untuk mengembalikan pulsa yang terlanjur masuk ke nomor miliknya.

"Pas teman saya niat mau kembalikan pulsanya, pelaku ngasih tahu caranya. Pelaku kemudian ngirim kayak kode dan kemudian bilang sama telan saya agar mengirimkannya ke customer servis e-Ovo atau ke 3300. Karena niatnya baik nggak curiga. Akhirnya temanku nurut saja sama pelaku," ungkapnya, Minggu (13/12/2020).

Setelah itu, tak lama kemudian terdapat sebuah SMS yang masuk ke HP korban. SMS tersebut berisi kode OTP sampai enam kali. Saat itu, korban sempat mengecek saldo rekeningnya dan masih aman. Namun saat korban menerima kode OTO yang ketujuh dan memberitahukan kepada pelaku, korban mulai kehilangan akses mobile banking miliknya.

"Pas mau masuk login ke BRI mobile banking itu dapat peringatan kalau user login masih digunakan oleh pengguna lain . Karena dipikir gangguan, akhirnya ditunggu sama teman saya. Setelah ditunggu lima menit, dicek saldo hilang," bebernya.

Baca Juga : Kasihan, ABG Dau Kena Tipu Penelpon Mengaku Paman yang Pulang dari Luar Negeri

Kemudian,saat mengecek email, terdapat inbox notifikasi jika terdapat sebuah transaksi top up Briva ke akun atas nama Nia dengan nilai sebesar Rp 9,4 juta. Selain itu, terdapat transaksi top up Ovo sebesar Rp 170 ribu. "Sehingga korban ini kena Rp 9.570.000,. dari saldo awal sekitar Rp 10 juta," ungkap Dewi.

Pasca-kejadian tersebut, korban yang syok kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak bank. Namun saat laporan ke pihak bank, pihak bank baru bisa memproses laporan korban pada Senin (14/12/2020) karena transfer atau top up Briva jelas menuju ke nomor Briva atas nama Nia.

"Sedangkan kalau top up Ovo itu ke akun yang namanya disamarkan. Korban rencananya baru hari ini akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib," pungkasnya.
 

 

Topik
Kasus Penipuanmodus penipuankode otpkriminal malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru