Terus Melonjak, Sepekan 405 Pasien Catatkan Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Malang

Dec 14, 2020 17:56
Ilustrasi. (Foto: Source google).
Ilustrasi. (Foto: Source google).

MALANGTIMES - Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang mengalami lonjakan cukup drastis. Bahkan, kemarin (Minggu, 13/12/2020) tambahan pasien tercatat pecahkan rekor karena dalam sehari ada 124 kasus baru.

Hari ini (Senin, 14/12/2020) lonjakan kasus masih terjadi, yakni ada 97 tambahan pasien terkonfirmasi positif. Total, dalam sepekan terakhir tercatat ada tambahan 405 kasus Covid-19 di Kota Malang.

Baca Juga : Kembali Melonjak Tinggi, Sehari Kota Malang Bertambah 124 Kasus Covid-19

Rincian lainnya, Selasa (8/12/2020) tambahan kasus mulai naik menjadi 24 orang. Berlanjut pada, Rabu (9/12/2020 jumlah tambahan kasus tercatat 22 orang. Kemudian, Kamis (10/12/2020) tambahan kasus melonjak sebanyak 31 orang. 

Lalu, Jumat, (11/12/2020 kasus Covid-19 meroket sebanyak 40 orang. Dan Sabtu (12/12/2020) terjadi lonjakan yakni 67 orang dinyatakan positif Covid-19.

Kini, jumlah total warga Kota Malang yang terjangkit Covid-19 sejak kasus pertama pada Maret 2020 lalu menembus angka 2.745. Dari jumlah itu, sebanyak 2.287 dinyatakan sembuh, 194 orang dalam pemantauan atau isolasi, dan 264 orang meninggal dunia.

Penyumbang lonjakan kasus ini disinyalir dari empat klaster. Yakni, klaster perkantoran yang banyak bersentuhan publik. Kemudian, dunia pendidikan (perguruan tinggi), suspek Rumah Sakit yang naik status. Dan transmisi lokal (pergerakan antar daerah).

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, di antara klaster tersebut pihaknya tidak bisa memetakan mana penyumbang lonjakan kasus Covid-19 terbanyak saat ini.

"Susah dilacak, susah sekali. Kasus seperti saya, saat terpapar dari mana kita runut itu susah. Artinya ketika kita susah mengenali maka yang harus kita kuatkan adalah bagaimana kita mitigasi seminimal mungkin, tidak ada kerumunan banyak orang. Apalagi, tingkat kematian pasien juga tinggi, artinya kita harus waspada," ujarnya.

Karenanya, upaya untuk menekan angka penyebaran kasus, Sutiaji mengimbau setiap perkantoran tak hanya wilayah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus dilakukan swab.

Baca Juga : Antisipasi Kluster Keluarga, Tim Covid Hunter Jemput Pasien yang Isolasi Mandiri di Rumah

"Sekarang untuk mengantisipasi klaster perkantoran saya minta di swab semua. Bukan di Pemkot saja, tapi perkantoran-perkantoran saya minta dilakukan swab, karena kan mereka juga melayani banyak orang," imbuhnya.

Langkah lainnya, untuk penanganan penyebaran Covid-19 yakni dengan dikeluarkannya SE Wali Kota Malang Nomor 30 Tahun 2020 tentang larangan pelaksanaan wisuda tatap muka atau dilaksanakan dengan menghadirkan secara langsung para wisudawan/wisudawati yang dikeluarkan, pada 10 Desember 2020 lalu.

Selanjutnya, besok (Selasa, 15/12/2020) jika tak ada kendala pihaknya akan menggelar webinar dengan seluruh RW di Kota Malang. Hal ini berkaitan untuk penguatan kampung tangguh untuk mengoptimalkan operasional pencegahan Covid-19 di setiap wilayah.

"Intinya kita ada kelengahan, berkaitan dengan protokol Covid-19. Insya Allah besok kami akan webinar dengan seluruh RW untuk mengoptimalkan kampung tangguh yang kemarin sudah kita bina. Operasi-Operasi yustisi juga akan kita lakukan per kelurahan, untuk mengingatkan saudara-saudara kita yang lengah," tandasnya.

Topik
Covid 19Berita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru