Pria Ini Apes, Jadi Korban Penipuan Malah Dianggap Penipu

Dec 13, 2020 15:37
Ilustrasi penipuan online. (xohopdotcom)
Ilustrasi penipuan online. (xohopdotcom)

MALANGTIMES - Nasib apes dialami Ismin (45), warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Peribahasa "sudah jatuh tertimpa tangga" tampaknya cocok menggambarkan apa yang dia alami.

Ismin yang jadi korban penipuan saat membeli helm secara online melalui marketplace Facebook justru kemudian malah dianggap penipu.

Baca Juga : Kurang Ajar, Pelaku Curanmor Beraksi Manfaatkan Situasi Warga yang Meninggal Dunia

Kronologi tersebut bermula ketika ia membeli helm  full face dengan merek Zeus secara online Rabu (2/12/2020).  Ketika melihat sebuah postingan helm Zeus dengan harga yang begitu murah, Ismin  tertarik.

Korban menghubungi penjual helm dan berkomunikasi terkait kebenaran harga helm. Saat itu, pelaku mem-postingnya dengan harga Rp 100 ribu. Namun, setelah itu, ketika Ismin menghubungi, pelaku kemudian mengubah harga menjadi Rp 120 ribu.

Meskipun harga dinaikkan oleh pelaku, korban tetap saja tergiur dan menganggap harga tersebut tetaplah murah. Pasalnya, di pasaran, helm Zeus full face memiliki harga sekitar Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu.

"Akunnya namanya Dedi. Setelah komunikasi, kemudian sepakat, saya beli satu helm. Pelaku akhirnya mengirimkan barangnya. Pembayaran dilakukan secara cash on delivery (COD) sehingga saya belum transfer," ungkap Ismin.

Berselang beberapa hari setelah kesepakatan untuk pembelian helm secara COD, helm yang dibeli  datang diantarkan kurir. Mengetahui barang pesanannya datang, korban tak langsung memberikan pembayaran kepada kurir, namun melakukan pengecekan barang pesanannya terlebih dulu.

"Setelah saya cek, ternyata bukan seperti helm merek Zeus yang saya pesan, melainkan helm berjenis Bogo.  Untungnya belum saya bayar. Saya cek dulu," ujarnya.

Karena barang yang dipesan tidak sesuai, korban kemudian mengembalikan barang tersebut kepada kurir untuk dikembalikan kepada pihak pengirim. Pihak kurir kemudian meminta nomor HP korban untuk memudahkan kurir menghubungi bilamana pihak penerima tidak berada ditempat. Diduga saat ini pihak kurir juga mencantumkan nomor HP korban pada paket kiriman

Baca Juga : Operator Warnet Tertidur, Customer Terciduk CCTV Gasak Hp Operator

Namun pada Sabtu (5/12/2020), Ismin dihubungi oleh lima orang tak dikenal yang tiba-tiba saja langsung melabraknya. Mereka komplain mengenai kiriman helm yang tidak sesuai seperti pesanannya.

Di situ, Ismin sontak saja kaget dan merasa bingung. Korban sempat dianggap telah menipu oleh para pemesan helm. Korban selanjutnya menjelaskan kronologi awalnya.

“Saya jelaskan  yang sebenarnya. Saya ini juga korban dengan modus yang sama. Pelaku ini mencantumkan nomor HP saya pada pekat kiriman yang dikirimnya kepada pemesan. Sehingga mereka yang pesannya tidak sesuai kemudian menghubungi saya,” ucap Ismin.

Namun pasca-kejadian tersebut, korban tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib lantaran tak ada kerugian materil yang dialami.

 

Topik
Korban penipuanKasus Penipuankriminal malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru