Kasihan, ABG Dau Kena Tipu Penelpon Mengaku Paman yang Pulang dari Luar Negeri

Dec 06, 2020 16:48
Ilustrasi pelaku Penipuan lewat telfon (bbbdotorg)
Ilustrasi pelaku Penipuan lewat telfon (bbbdotorg)

MALANGTIMES - Husiando Alfandi  (17) warga Desa Sempu Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, jadi korban penipuan melalui telepon. Korban tertipu oleh oknum penelpon yang sempat mengaku paman korban yang baru saja pulang dari luar negeri.

Diceritakan kakak korban yakni, Alfantino Ariyanto (25) jika kejadian tersebut bermula pada pukul 04.00 pada 5 November 2020. Saat itu korban ditelpon oleh sebuah nomor yang tak dikenal.

Baca Juga : Pergi ke Warung Mau Belanja, Ibu-Ibu di Bukit Dieng Dijambret

Saat itu, oknum penelpon yang mengaku paman korban itu mengaku jika ia sudah berada di Malang dan tengah mengantarkan temannya di daerah Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kemudian oknum penipu tersebut mengaku menemukan uang dan emas di SPBU Tlogomas. Saat akan membawa uang itu, oknum tersebut mengaku ditegur oleh manajer SPBU. Karena itu, oknum tersebut kemudian menelpon korban agar berbicara kepada petugas dan mengaku jika ia adalah pemilik uang dan emas tersebut.

Lalu tak lama kemudian, pelaku yang mengaku sebagai Manajer SPBU kemudian ganti menelpon korban dan menanyakan kebenaran apakah uang dan emas yang ditemukan adalah miliknya.

Oknum penipu itu kemudian meminta sejumlah uang dan meminta pulsa kepada korban sebagai uang imbalan atas diamankannya uang dan emas yang ditemukan oleh oknum penipu yang mengaku sebagai paman korban.

"Adik saya saat itu saya tanya katanya kayak nggak sadar, menurut saja apa kata pelaku untuk mentransfer uang dan membelikan pulsa. Saya sebenarnya sejak awal pas di kamar ya sempat curiga telpon sama siapa, tapi nggak nyangka kalau ditelpon penipu," bebernya.

Setelah itu, adik korban kemudian membelikan pelaku pulsa pada dua nomor yang dikirimkan. Dua nomor tersebut diisikan oleh korban pulsa dengan total Rp 1,1 juta. Belum cukup itu, pelaku kemudian meminta uang tunai kepada korban. Lagi-lagi korban menuruti apa kata pelaku.

"Kalau uangnya yang ditransfer sekitar Rp 900 ribu," jelasnya.

Baca Juga : Gelapkan Uang Nasabah Rp 5,7 Miliar, Mantan Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap Polisi

Karena kakak korban yang merasa penasaran dengan siapa adiknya telpon, kemudian menuju kamarnya. Di situ ia kemudian bertanya kepada sang adik, yang kemudian bercerita tentang apa yang dilakukan. Mendengar cerita adiknya, kakak korban begitu kaget.

"Setelah itu saya tanya ke paman saya, saya telpon katanya nggak mau pulang dan masih berada di luar negeri," ungkapnya.

Kendati menjadi korban penipuan, saat ini korban masih belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Kakak korban juga sempat mengunggah cerita penipuan tersebut ke media sosial.

"Masih belum, tapi rencananya mau lapor. Saya share juga ke media sosial agar yang lain juga bisa hati-hati," pungkasnya.

Topik
Penipuan Online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru