Kota Batu Turun Status Jadi Zona Oranye Setelah 6 Hari Zona Merah

Dec 10, 2020 09:57
Peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur.
Peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur.

MALANGTIMES - Setelah 6 hari bertahan pada zona merah atau risiko tinggi bersama tiga kota/kabupaten di Jawa Timur, kini Kota Batu kembali pada zona oranye atau risiko sedang. Melandainya kasus Covid-19 di Kota Batu lantaran jumlah pasien konfirm positif yang tidak ada lagi lonjakan.

Seperti halnya pada Rabu (9/12/2020) kasus pasien terkonfirmasi positif hanya ada tambahan satu orang. Dengan demikian jumlah akumulatif Kota Batu menjadi 956 orang.

Baca Juga : Tak Kunjung Melandai, Tambahan Pasien Konfirm Covid-19 Kota Batu Hari ini 51 Orang

 

Rinciannya untuk pasien aktif sejumlah 152 orang, dengan jumlah pasien yang telah sembuh mencapai 728 orang. Jumlah pasien sembuh itu ada tambahan pada Rabu yakni sebanyak 10 orang.

Kemudian pasien terkonfirmasi positif yang meninggal dunia itu mencapai 77 orang. Sedangkan kasus suspek, rinciannya ada 677 orang masuk kategori suspek. Lalu 66 orang masuk dalam probable. Selain itu ada 103 orang yang diisolasi dan 582 orang masuk discarded.

Dengan jumlah pasien yang dirawat tertinggi masih di Kecamatan Junrejo, yakni di Desa Junrejo sebanyak 18 orang dan Desa Tlekung ada 14 orang. Urutan selanjutnya di Kelurahan Temas sejumlah 10 orang, dengan jumlah yang sama ada di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu M. Chori menjelaskan, untuk menekan jumlah kasus covid-19 di Kota Batu memang ada beberapa langkah yang dilakukan. Yakni lebih memasifkan kembali sosialisasi dan gerakan 4 M (memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan menjaga imun).

Kemudian dengan mengoptimalkan kembali operasi yustisi gabungan bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. 

Baca Juga : Naik Drastis, Tiga Hari Tambahan Kasus Positif Covid-19 Capai 136 Pasien

 

“Dengan setiap desa/kelurahan menyiapkan shelter. Lalu langkah kelima dari aspek kesehatan mengintensifkan gerakan 3 T (tracing, testing dan treatment),” tambah mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Batu.

Selain itu, lebih selektif dalam memberikan rekomendasi kegiatan yang menghadirkan orang banyak. Juga pemberian rekomendasi agar lebih melibatkan pihak terkait dan terdekat mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan dan kota.

Topik
berita kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru