MALANGTIMES - Polres Malang menerima beberapa laporan dari masyarakat terkait dugaan money politic atau politik uang menjelang pemungutan suara besok, Rabu (9/12/2020). Oleh karena itu, upaya tangkap tangan akan dilakukan kepada oknum yang sengaja praktik money politic.
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa hingga saat ini Satgas Money Politic terus bergerak untuk meringkus oknum-oknum yang ingin menjalankan praktik kotor menjelang pencoblosan.
Baca Juga : Jambret Kembali Resahkan Masyarakat, Remaja Pulang dari Ngopi Jadi Korban
Bahkan ditegaskan Hendri, Satgas Money Politic tersebut bertugas selama 24 jam.
"Satgas Money Politics saat ini bergerak semua di lapangan. Karena memang saya targetkan mereka harus ada upaya tangkap tangan, terhadap aksi-aksi misalnya ada sekelompok orang yang berusaha menggunakan praktik-praktik money politics ini, membagikan uang, mungkin serangan fajar. Nanti malam akan kita optimalkan bergerak semuanya untuk memastikan tidak ada praktik seperti itu," tegas Hendri saat apel.
Sementara itu, terkait laporan dari masyarakat tentang money politic, Hendri akan terus berkomunikasi dengan Bawaslu.
"Ada beberapa laporan, saat ini sedang di verifikasi Bawaslu. Nanti kalau Bawaslu (menyatakan) itu tindak pidana Pilkada, nanti akan dilimpahkan ke kita," kata Hendri.
Baca Juga : Jebol TK lewat Atap, Maling Bertubuh Tinggi Malah Habiskan Susu 5 Kotak
Hendri juga menjelaskan bahwa ada beberapa wilayah yang diindikasikan telah menjadi sasaran politik uang. Bahkan wilayah tersebut bisa dikategorikan daerah pelosok yang di antaranya, Kecamatan Poncokusumo dan Kalipare.
"Daerah Poncokusumo dan Kalipare. Ini masih saya dalami terus," tegas Hendri mengakhiri.
