Ilustrasi. (Foto: iStock).
Ilustrasi. (Foto: iStock).

MALANGTIMES - Menyusul kondisi Wali Kota Malang Sutiaji yang terkonfirmasi positif covid-19, sang istri dan anak pertamanya juga mengalami kondisi yang sama. Jadi, kini ada tiga orang di lingkungan rumah dinas wali kota Malang yang telah terkonfirmasi positif covid-19.

Positifnya istri dan anak pertama wali kota dinyatakan oleh Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang Nur Widianto, Rabu (2/12/2020). "Sampai hari ini, terkonfirmasi (positif covid-19) untuk yang mbarep (anak pertama) itu sama ibu sama dengan bapak (Wali Kota Malang Sutiaji)," terangnya.

Baca Juga : Tes Swab, Wali Kota Malang Sutiaji Gandeng Tangan Istri

Widayati, istri Wali Kota Malang Sutiaji, merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat sebagai salah satu kepala bidang di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Instansi ini sempat menjadi klaster penularan covid-19 di lingkungan Pemkot Malang lantaran empat pegawainya terkonfirmasi positif pada 6 November 2020 lalu.

Sebelumnya, Sutiaji mengumumkan dirinya terjangkit covid-19 kemarin (Selasa, 1/12/2020) melalui akun Instagram pribadinya, @sam.sutiaji.

Menindaklanjuti hal tersebut, tim Satgas Covid-19 Kota Malang memetakan titik-titik tracing. Menurut Wiwid (sapaan akrab kabag humas Pemkot Malang), ada dua titik khusus yang menjadi perhatian proses tracing oleh petugas kesehatan.

Penelusuran penyebaran covid-19 lebih banyak menyasar terhadap orang-orang yang bertugas di lingkungan rumah dinas wali kota di Jalan Ijen, Kota Malang, dan di area Sekretariat Pemkot Malang. "Jadi, tentu (titik tracing) di dua titik perhatian selain di Sekretariat Kota Malang juga rumah dinas (Jalan Ijen)," imbuhnya.

Pekan lalu, menurut Wiwid, para ASN Pemkot Malang juga telah menjalani rapid test sebanyak dua kali. Hasilnya, 15 orang dinyatakan reaktif dan terindikasi covid-19. Salah satunya turut bertugas di rumah dinas.

Baca Juga : Erupsi Gunung Semeru Menurun, Bupati Lumajang Minta Warga Waspada

"Kalau tracing (penelusuran) keluarga dilakukan karena memang keluarga lebih banyak beraktivitas di rumah dinas. Sehingga (tracing) lebih dengan orang-orang yang kontak erat di lingkungan rumah dinas yang bertepatan di antara 15 itu kan ada yang bertugas di situ," jelasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan proses treatment dari wali kota Malang, Wiwid mengatakan telah dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan juga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang. 

Hanya, belum diletahui di mana orang nomor satu di Kota Malang itu menjalani perawatan. Hingga saat ini, informasi yang didapat, wali kota Malang tengah menjalani perawatan dengan isolasi mandiri.

"Beliau setelah mengumumkan kondisinya, sekarang istirahat dan ingin rehat dengan meminimalisasi komunikasi. Yang pasti beliau isolasi mandiri. Kalau proses treatment dilakukan oleh Labkesda, semua masih dalam kendali operasi Dinas Kesehatan dan RSUD. Keduanya secara institusional memberikan pendampingan kepada pimpinan," tandasnya.