Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Desember ini, DPRD Kota Malang telah mengagendakan pengesahan terhadap enam rancangan peraturan daerah (Ranperda). Ke enam Ranperda yang akan disahkan itu adalah Ranperda Minol, Ranperda Tunas, Ranperda Jasa Umum, Ranperda Jasa Usaha, Ranperda Lingkungan Hidup, dan Ranperda Kepemudaan.

Namun karena kondisi yang kurang memungkinkan untuk dilakukan sidang paripurna secara langsung, agenda penting itu rencananya akan dilaksanakan secara daring. Hal itu menyusul adanya 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang yang sebelumnya dinyatakan reaktif, dan juga Wali Kota Malang Sutiaji yang positif covid-19.

Baca Juga : Borong Penghargaan, PJs Bupati Malang Sebut Kado Istimewa Hari Jadi ke 1.260 Tahun

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menyampaikan, sidang paripuna pengesahan enam Ranperda tersebut akan dilaksanakan secara daring saja. Karena proses pengesahan pada dasarnya juga harus disaksikan oleh anggota legislatif juga Pemerintah Kota Malang.

"Rencana akan dilakukan secara daring, sesuai jadwal yang ditetapkan," katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, pada bulan ini ada dua agenda paripurna yang direncanakan. Keduanya adalah agenda paripurna laporan Pansus dan paripurna pengesahan enam Ranperda pada 7 dan 8 Desember 2020 mendatang.

"Sebisa mungkin kita selesaikan semua agenda yang tersisa, dan rencananya paripurna akan dilaksanakan secara daring," jelas Made.

Made juga menjelaskan jika selama 14 hari sejak Selasa (1/12/2020) kemarin anggota DPRD Kota Malang melakukan work from home (WFH). Berbagai agenda yang dilakukan harus tetap dijalankan secara daring. Termasuk untuk hearing yang perlu dilakukan dengan beberapa pihak, termasuk Pemerintah Kota Malang.

Baca Juga : 2021, Target Retribusi Kota Malang Diproyeksikan Turun, Sesuaikan Kondisi Covid-19

Sementara itu, pasca adanya kabar 15 ASN yang reaktif, seluruh anggota DPRD Kota Malang telah menjalankan serangkaian tes kesehatan. Salah satunya adalah tes swab. Saat ini, hasil untuk uji swab tersebut belum keluar. Namun untuk hasil swab Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandana Kartika telah keluar, dan hasilnya negatif.

"Kalau saya hasilnya negatif, untuk hasil swab anggota Dewan belum keluar," pungkas Made.