Gelapkan 13 Motor, Kepala Cabang Dealer Motor Honda di Soehat Ditangkap Polisi

Dec 02, 2020 13:45
Dari kiri, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata bersama Kasubag Humas Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, saat merilis pelaku penggelapan motor (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dari kiri, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata bersama Kasubag Humas Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, saat merilis pelaku penggelapan motor (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Andre Puguh Endra Firdaus (33), warga Desa Tunjungsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Kepala Cabang dealer motor Honda PT Nusantara Suraya Sakti Cabang Malang, ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Ia ditangkap lantaran telah menggelapkan 13 unit sepeda motor baru merek Honda Vario maupun Honda Scoopy di tempatnya bekerja.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, menjelaskan jika pelaku menggelapkan sepeda motor secara bertahap, tepatnya tiga kali. Dan semua sepeda motor tersebut dijual tanpa sepengetahuan oleh pihak perusahaan.

Baca Juga : Pembunuh Remaja di Ladang Singkong Kalipare Dibekuk Polisi Kurang dari 24 Jam

"Tanggal 2 November 2020, pelaku mengambil dua unit motor dan dijual kepada sebuah PT Putera Permata Yaspis. Kemudian, tanggal 7 November 2020 pelaku kembali mengambil dua sepeda motor dan digadaikan kepada seseorang bernama Muklis, saat ini masih DPO," bebernya.

lanjutnya, pada pada tanggal 8 November 2020, pelaku kembali mengambil sepeda motor. Pelaku datang ke dealer dan mengambil kunci yang tersimpan dalam lemari dealer dan kemudian mengambil sepeda motor tanpa sepengetahuan pihak gudang. Saat itu pelaku juga menggunakan kendaran dealernya untuk mengangkut sepeda motor.

"Saat itu pelaku mengambil sembilan sepeda motor berbagai jenis dan kemudian dikirimkan legi ke PT Putera Permata Yaspis. Pelaku ini menjual sepeda motor secara off the road, sehingga selisih Rp 2 sampa 3 juta," bebernya.

13 sepeda motor, dijual pelaku dengan harga yang beragam mulai dari Rp 15 juta hingga rentang Rp 25 juta. Dari menjual 13 sepeda motor tersebut, pelaku mengantongi uang Rp 213 juta. "Aksi pelaku ini diketahui oleh pegawai gudang yang keget saat mengecek sepeda motor di gudang tidak ada, setelah itu karyawan gudang melaporkan ke pimpinan yang lebih tinggi," jelasnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, pelaku mengaku melakukan aksinya lantaran membutuhkan banyak uang untuk membayar denda dari perusahaan lantaran pelaku tidak memenuhi target. "Karenanya untuk memenuhi sanksi denda itu, pelaku kemudian menjual sepeda motor tanpa sepengetahuan pihak perusahaan menjualnya dengan harga yang tidak sesuai," bebernya.

Baca Juga : Marak Kasus Penggelapan Mobil, Syarat Rental Terlalu Longgar

Setelah itu, pihak perusahaan melaporkan kasusnya ke Polresta Malang Kota, dan langsung ditindaklanjuti dengan menangkap pelaku.  Pelaku akhirnya bisa ditangkap saat berada disebuah hotel di Kota Malang. "Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara dan atau pasal 374 dengan ancaman maksimal lima tahun penjara," terangnya.

Sementara itu, pelaku mengaku selama ini bertanggung jawab dalam penjualan off the road. Sehingga ia dikenakan sanksi atau denda sekitar Rp 800 juta. Jumlah besar tersebut lantaran pada setiap motornya ia dikenakan denda sekitar Rp 5 juta. "Itu mulai satu tahun, terhitung 2018 hingga 2019. Saya jual off the road sehingga saya harus bertanggung jawab mengurus PPN nya," pungkasnya.

Topik
Berita MalangKapolresta Malang Kota

Berita Lainnya

Berita

Terbaru