Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGTIMES - Terungkapnya kasus penggelapan belasan mobil rental oleh Polsek Semboro dua hari lalu, Jumat 27 November 2020, sedikit banyak menyibak suka duka dalam dunia bisnis rent car atau sewa menyewa mobil.

Rudy Hantoro, pemilik Rudy Rent Car salah satu persewaan mobil di kawasan Kota Jember ini mengungkapkan, penggelapan mobil yang dilakukan oleh pelanggan pasti pernah dialami oleh semua pelaku usaha rent car atau rental mobil.

Baca Juga : 6 Perempuan Gelapkan 14 Mobil Rental, Libatkan Oknum TNI dan Istri Polisi

"Sejauh yang saya tahu, selain income atau masuknya pendapatan, pelaku usaha rental pasti pernah mengalami kasus seperti itu," ucapnya.

Pria asli Jember yang membuka rent car sejak tahun 2011 ini menyebut, mudahnya persyaratan dalam menyewa kendaraan menjadi faktor terjadinya penggelapan oleh pelanggan. Umumnya, syarat yang harus dilampirkan untuk menyewa kendaraan yakni KTP dan Kartu Keluarga.

"Di tempat saya ya itu ada KTP, KK, dan jaminan sepeda motor itu untuk konsumen baru," katanya.

Soal persyaratan menjadi dilema tersendiri bagi pemilik usaha rental. Menurut Rudy, jika syarat mudah potensi terjadinya hal yang tidak diinginkan akan terbuka.

“Kalau pun diperketat, misalnya sewa mobil harus sepaket dengan sopir agar aman, kita jadi mikir bagaimana bisa bersaing dengan persewaan lain yang lebih mudah syaratnya,” ucapnya.

Masih maraknya kasus penggelapan kendaraan yang dilakukan oleh pelanggan diakui Rudy, cukup membuatnya was-was. Terlebih, ia juga pernah mengalami kejadian serupa beberapa tahun lalu. Mirisnya, yang melakukan penggelapan adalah pelanggan lama yang cukup dikenalnya.

Modus yang digunakan konsumen saat itu, kata Rudy, sama dengan yang dilakukan oleh pelaku yang ditangkap jajaran Polsek Semboro. Awalnya konsumen menyewa mobil untuk dua hari, kemudian setelah jatuh tempo akan memperpanjang masa sewa beberapa kali tanpa tatap muka alias via transfer.

Kecurigaan Rudy muncul pada saat jatuh tempo ke sekian, konsumennya tidak membayar dan putus komunikasi. Setelah diselidiki, mobil ternyata sudah digadaikan ke pihak ketiga.

"Akhirnya diketahui si penyewa ini mengaku mobilnya digadaikan di daerah Malang, saya nebus mobil saya sendiri itu 20 juta," kenangnya.

Baca Juga : Dugaan Kasus Sabotase PDAM Kota Malang, Polres Malang Periksa 12 Orang

Berdasar pengalamannya dan kisah sesama pengusaha rental, lanjut Rudy, kebanyakan yang melakukan penggelapan adalah pelanggan lama yang sudah dikenal dan dipercaya. 

"Ya karena itulah, jadi pemilik rental biasanya melonggarkan persyaratan sewa. Kita sudah percaya malah disalahgunakan," ujarnya.

Lebih jauh Rudy mengatakan, dari sharing informasi antar pemilik rental, kasus penggelapan tidak akan berhenti sampai di sini. Selain alasan mudahnya persyaratan, modus-modus baru pastinya akan dilakukan oleh para pelaku yang disebutnya memiliki jaringan.

Untuk meminimalkan kasus tersebut terulang, Rudy memperketat persyaratan menyewa dengan melakukan survei lokasi alamat tempat tinggal, bahkan tempat kerja untuk konsumen baru. Tidak hanya itu, ia juga melengkapi semua armadanya dengan GPS agar setiap waktu bisa memantau lokasi kendaraannya.

"Ini yang paling jauh mobil saya dibawa ke Sumbawa sama pelanggan lama yang bayar bulanan. Setiap saat pasti saya pantau itu lewat GPS," tuturnya.

Di wilayah hukum Polres Jember kasus penggelapan dengan modus sewa mobil kerap terjadi. Selain kasus yang berhasil diungkap Polsek Semboro beberapa hari lalu dengan barang bukti 14 kendaraan, pada awal bulan November 2020 jajaran Polsek Balung menangkap NW (52) yang telah menggadaikan dua unit mobil bukan miliknya kepada pihak ketiga.

Pada akhir April 2020, Tim Alap-alap Sat Sabhara Polres juga berhasil mengungkap kasus penggelapan mobil dengan barang bukti satu unit Toyota Innova plat DK-1040-WJ.