Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat rilis pelaku pembunuhan (Hendra Saputra)
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat rilis pelaku pembunuhan (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Teka-teki temuan mayat remaja di ladang singkong yang menggegerkan warga Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, pada Senin (30/11/2020) lalu, akhirnya terkuat. Ternyata, mayat remaja itu adalah korban pembunuhan. Bahkan, kini pelaku pembunuhan juga telah ditangkap oleh Polres Malang. 

Pelaku tak lain adalah teman korban yang sebelumnya nongkrong bareng di sebuah warung kopi. Penangkapan pelaku itu, dilakukan polisi tidak kurang dari 24 jam setelah adanya penemuan mayat. Pelaku diketahui bernama Santoso (20) warga Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Terancam Dibui, Pria Lawang Simpan Ini di Dalam Bungkus Permen

Penangkapan dilakukan berbekal keterangan dari 7 saksi yang telah diperiksa oleh polisi. Dari pemeriksaan itu, dikembangkan polisi lalu berujung pada penangkapan pelaku tanpa adanya perlawanan.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa ditangkapnya pelaku karena telah menemukan sederet fakta yang didapat dari beberapa saksi yang sebelumnya diperiksa.

"Fakta bisa terkuak bahwa pelaku lah yang membunuh. Ada barang bukti barang bukti handphone, pakaian, sandal dan sabuk. Kaitan-kaitan ini bisa disambungkan dan telah dilakukan pembunuhan oleh pelaku ini," terang Hendri Umar dalam rilis pelaku pembunuhan di Mapolres Malang, Selasa (1/11/2020).

"Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan fakta mayat itu anak kecil yang hilang. Kemudian anggota lapangan menyelidiki, lalu hasil autopsi ditemukan kejanggalan, ada bekas cekikan di leher," imbuhnya.

Dijelaskan Hendri Umar, pelaku merupakan rekan korban yang kerap berjumpa di sebuah warung kopi. Namun korban mengucapkan kata kurang mengenakkan sehingga membuat pelaku merasa tersinggung dan muncul niat untuk membunuh.

"Pelaku kenal biasa dengan korban, sering nongkrong bareng juga. Tapi karena perkataan korban yang menyinggung membuat pelaku akhirnya punya niat untuk membunuh," ungkapnya.

Baca Juga : Sudah 26 Kali Satu Keluarga Nyuri di Masjid, Pelaku Paksa Anak-Istri Ikut

Di dalam pemberitaan sebelumnya, sosok anak laki-laki berinisial AD (13) meninggal secara misterius ini merupakan anak laki-laki yang sebelumnya dikabarkan menghilang sejak hari Jum'at (27/11/2020). Dan ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah Ladang Singkong pada hari Senin (30/11/2020). Ternyata AD dibunuh oleh Santoso (20) yang pada Jum'at malam nongkrong bersama.

Kini, Santoso harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan sangkaan pasal 80 ayat 3 junto pasal 76 C UU 23 2014 tentang perlindungan anak atau pasal 340 KUHP atau pasal 338 KUHP dan atau pasal 365 ayat 3 KUHP. "Pasalnya berlapis karena pelaku melakukan rencana pembunuhan, undang-undang perlindungan anak dan pencurian disertai kekerasan," pungkas Hendri.