Peresmian Satgas Money Politik oleh Polres Malang dan Kodim 0818 (istimewa)
Peresmian Satgas Money Politik oleh Polres Malang dan Kodim 0818 (istimewa)

MALANGTIMES - Sepekan ke depan, Pilkada Kabupaten Malang akan segera tergelar. Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol Yusub Dody Sandra mewanti-wanti tim pemenangan masing-masing Paslon jangan sampai ada yang nekat kampanye terselubung. Salah satunya, menggelar kampanye secara virtual.

"Pada masa tenang nanti yang perlu kita waspadai adalah kampanye secara virtual dari pasangan calon. Mungkin yang perlu kita waspadai itu, kampanye virtual bisa lewat WhatsApp, Telegram, Instagram dan lain sebagainya," tegas Letkol Yusub dalam Rapat Kordinasi Masa Tenang Pilkada dan Deklarasi Satgas Money Politik Kabupaten Malang, di Aula Sanika Satyawada Polres Malang.

Baca Juga : Warga Desa Sidomulyo Diamankan Usai Lecehkan TNI Lewat FB, Ternyata Suka Kumandangkan Azan

 

Letkol Yusub menegaskan bahwa Pilkada Kabupaten Malang harus berlangsung aman damai. Bahkan pihaknya sudah bersinergi dengan Polres Malang, Bawaslu dan KPU untuk menjadikan Pilkada yang jujur dan adil.

"Bersama Polres Malang, Bawaslu dan KPU, kami berharap Pilkada harus benar-benar Jurdil dan Luber. Masyarakat harus senang dan aman dalam memberikan hak pilihnya," kata Dandim 0818.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar sudah melakukan pemetaan kerawanan pada masa tenang nantinya. Ia menuturkan mulai waspada dengan banyaknya praktek-praktek money politik.

"Upaya money politik ini dilakukan oknum-oknum tertentu. Tujuan mereka ini menghalalkan segala cara untuk mengajak orang memilih pasangan calon yang mereka inginkan dengan memberikan sejumlah uang," papar Hendri.

Dengan itu, pihaknya membentuk Satgas Money Politik bersama pihak dari TNI, Bawaslu dan KPU untuk memberikan pesan dan peringatan. "Ini peringatan bagi oknum-oknum yang ingin melakukan money politik bahwa, kami tidak akan tinggal diam," kata Hendri.

Dari situ, pihaknya akan menurunkan tim Satgas Money Politik di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Dan Satgas akan bekerja mulai masa tenang hingga H-1 jelang pencoblosan.

Baca Juga : Dugaan Kasus Sabotase PDAM Kota Malang, Polres Malang Periksa 12 Orang

 

"Jangan ada money politik baik itu pemberian uang, pemberian beras dan barang. Kita perintahkan pada seluruh Polsek jajaran untuk mengantisipasi hal ini," tegasnya.

Untuk jumlah Satgas Money Politik yang diturunkan nanti sebanyak 80 orang personel. Mereka akan dibantu anggota Babinsa dari TNI dan Bhabinkamtibmas di seluruh Polsek. Serta petugas dari Panwascam.

"Jangan sampai kepentingan lima tahun ke depan hanya ditukar uang seratus ribu dan dua ratus ribu atau beras lima liter saja. Indikasi money politik itu ada, sudah kita lakukan pemetaan. Apabila terbukti kita tangkap dan proses lebih lanjut," tandasnya.