Suasana lingkungan di rumah Syaiful Imam di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Suasana lingkungan di rumah Syaiful Imam di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lantaran berkomentar penghinaan terhadap TNI lewat akun sosial media Facebook, pemilik akun bernama Syaiful Imam harus diamankan di Polres Batu. Siapa yang mengira di balik sosoknya itu, ternyata Imam merupakan warga yang taat berkumandang azan di lingkungannya yakni di Dusun Tinjumoyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.

Syaiful Imam merupakan Sarjana Hukum lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang memiliki tiga orang anak, dua di antaranya masih menempuh jenjang pendidikan, dan satu balita. Selama ini ia disibukkan dengan bekerja di sebuah proyek di beberapa kota.

Baca Juga : Dugaan Kasus Sabotase PDAM Kota Malang, Polres Malang Periksa 12 Orang

 

Di kalangan lingkungan tempat tinggalnya, Imam terkenal dengan sosoknya yang baik. Ditambah setiap harinya rutin mengumandangkan azan dan mengimami di musala dekat rumahnya. 

“Keseharian baik, setiap hari juga mengimami salat juga azan di musala. Karena memang Pak Imam ini juga jadi takmir di musala. Dan suaranya itu merdu, saat mengimami salat juga bacaannya ayat Al-Qur’an yang panjang,” ucap Ketua RT 02, Rw 04, Dusun Tinjumoyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Supa’at.

Hanya saja, selama Covid-19 melanda Kota Batu lanjutnya, Imam tidak disibukkan dengan bekerja. Hanya berkegiatan di lingkungan rumahnya. Di saat ada kegiatan di sana Imam berinisiatif untuk memberikan sesuatu untuk kegiatan tersebut.

“Selama pandemi Covid-19, pak Imam hanya di rumah saja. Mungkin karena yang biasanya harus mengurus proyek di luar kota, lalu ada pandemi sehingga tidak bisa dilakukan,” imbuhnya, Jumat (27/11/2020).

Sehari-hari Imam di rumah sering berinteraksi dengan sosial media. Hingga kejadian ini terjadi membuat istri Imam menangis selama beberapa hari. “Beberapa hari terakhir saat Pak Imam diamankan di Polres Batu, istrinya nangis terus terlihat matanya sembab,” jelas bapak dua anak ini.

“Kata istri Pak Imam berkomentar seperti itu karena pandemi Covid-19 terus pusing, jadi sering pegang gawai (handphone). Lalu juga sempat dinasehati istrinya gak usah ikut-ikut begituan,” terangnya saat ditemui di rumahnya. 

Sedang, Syaiful Imam saat ini masih diamankan di Polres Batu. Kasus ini bermula Imam berkomentar pada salah satu unggahan, diduga ia sakit hati lantaran TNI mencopot spanduk spanduk Habib Rizieq yang dilakukan beberapa hari yang lalu. Namun komentar itu kini telah dihapus, namun terdapat warganet yang mengabadikan unggahan tersebut.

Baca Juga : Sudah 26 Kali Satu Keluarga Nyuri di Masjid, Pelaku Paksa Anak-Istri Ikut

 

"TNI sekarang jadi murahan, lemah, berani nurunin baleho saja (emoticon tertawa). Garda terdepan serasa Banci sama OPM gak berani, rakyat baru bisa berdiri. Panglimanya yg baru bikin TNI seperti an**ng kurap,” tulis Syaiful Imam lewat akun Facebook miliknya.

Dalam unggahannya pelaku mengunggah status Facebook hinaan kepada TNI, beberapa waktu lalu. Status itu pun akhirnya diketahui salah satu anggota masyarakat yang berujung laporan ke Polres Batu.

Kemudian terdapat masyarakat mengetahui hal tersebut, sehingga berujung laporan kepada Polres Batu. Sehingga pada Selasa (24/11/2020) hingga saat ini (Jumat) Imam masih diamankan di Polres Batu dengan alasan keamanan.