Para buyer maupun seller yang menjalani rapid test sebelum kegiatan Table Top. (Disporapar for MalangTIMES)
Para buyer maupun seller yang menjalani rapid test sebelum kegiatan Table Top. (Disporapar for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pelaku usaha pariwisata di Kota Malang mendapatkan sosialisasi Clean Health and Save Envorment (CHSE). Sosialisasi tersebut dilakukan pada November dan Desember 2020 sebanyak empat kali.

CHSE merupakan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama jajaran  dinas pariwisata provinsi hingga daerah. Kegiatan ini memberikan petunjuk bagi pelaku usaha pariwisata cara membuat satu kondisi aman dan nyaman. Tidak hanya kepada wisatawan, melainkan juga terhadap pelaku usaha pariwisata.

Baca Juga : Gelar Table Top Pariwisata dan Ekraf, Disporapar Wajibkan Peserta Jalani Rapid Test

 

Artinya, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pelaku serta pembina pariwisata tentang perilaku adaptasi kebiasaan baru dalam masa pandemi Covid-19.

"Hal ini memberikan kepastian wisatawan yang datang ke daerah wisata, akan mendapatkan kepastian pelayanan wisata yang memenuhi standar yakni sehat, bersih dan nyaman. Itu juga berlaku pada wisatawannya sendiri," terang Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

Menurutnya, di Kota Malang sendiri pelaku usaha baik itu hotel, resto, hiburan umum dan yang lainnya, telah diberikan sosialisasi konsep CHSE. Mereka lantas diverifikasi, selanjutnya akan diberi stiker sebagai tanda telah menerapkan protokol kesehatan.

"Ya awal Agustus hingga Oktober sudah kita verifikasi, sudah menerapkan protokol kesehatan. Dari Kemenparekraf sendiri, saat ini telah turun 12 sertifikat CHSE untuk pelaku usaha yang menerapkan dan mengaplikasikan konsep CHSE. Untuk yang lain sudah mengajukan, tapi masih dalam proses, dan yang turun ini baru 12 sertifikat," terangnya.

Selain meyakinkan para wisatawan, pemahaman konsep CHSE dan juga sertifikat CHSE yang didapat pelaku usaha, tentunya akan menambah trust dari para wisatawan untuk berkunjung. Sehingga bilamana mereka yang belum memiliki sertifikat CHSE, tentunya diharapkan agar segera menindaklanjuti hal tersebut.

Baca Juga : Kemenparkraf Lewat Disporapar Kota Malang Percepat Pemulihan Ekonomi Sektor Pariwisata

 

“12 sertifikat tadi, kesemuanya masih dari pelaku usaha hotel yang sudah turun. Kalau sudah punya itu, tentu meyakinkan wisatawan untuk berkunjung,” bebernya.

Sementara itu, dalam kegiatan Table Top sendiri, ditambahkan Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Malang, Agung Buana, jika kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Sebelum kegiatan atau saat pendaftaran, dilakukan rapid test terlebih dulu.

"Rapid tes dua kali, saat pendaftaran dan juga saat kegiatan Table Top. Tujuannya tentu untuk memastikan pelaksanaannya aman dan sehat. Dan dari hasil rapid test semuanya non-reaktif," pungkasnya.