Para buyer maupun seller peserta Table Top Pariwisata dan Ekraf  di Kota Malang yang menjalani rapid test (Disporapar for MalangTIMES)
Para buyer maupun seller peserta Table Top Pariwisata dan Ekraf di Kota Malang yang menjalani rapid test (Disporapar for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kegiatan Table Top Pariwisata dan Ekraf digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disparpora) Kota Malang, selama dua hari mulai tanggal 28 November sampai 29 November 2020 di Hotel Harris.

Kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, bahkan hingga dua kali harus menjalani rapid test.

Baca Juga : Sempat Bertemu Bupati Situbondo, Hasil Swab Rutin Gubernur Jatim Khofifah Negatif

Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Malang Agung Buana, menjelaskan jika seluruh peserta Table Top Pariwisata dan Ekraf memang diwajibkan mematuhi protokol kesehatan untuk bisa mengikuti kegiatan.

Selain mengenakan masker maupun handsanitizer, para peserta juga harus menjalani rapid test untuk memastikan kondisi mereka peserta benar-benar terbebas dari Covid-19.

"Peserta yang ikut sendiri ada dua. Dari buyer atau pelaku usaha tour and travel dari berbagai kota 80 peserta, dan juga dari seller atau pelaku usaha pariwisata di kota Malang, ada 80 peserta juga. Mereka semua rapid test," bebernya.

Dengan kondisi yang terpantau, termasuk dengan diwajibkannya rapid test, hal itu juga bertujuan untuk mengamankan dan meyakinkan para wisatawan yang pergi ke Kota Malang, bahwa Kota Malang benar-benar aman untuk dikunjungi.

"Tadi pagi seluruh peserta diwajibkan untuk rapid test sebelum melakukan kegiatan pendaftaran. Dan untuk besok (29/11/2020) sebelum kegiatan table top para peserta juga harus rapid test lagi untuk memastikan kondisinya benar-benar aman," bebernya.

Sebelum kegiatan sendiri, selaras dengan upaya menjaga dan mematuhi protokol kesehatan, juga dilakukan sosialisasi Clean Health and Save Envorment (CHSE), di Hotel Atria, (28/11/2020) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca Juga : Inovasi Sepasar Pedas Diskopindag Kota Malang Raih Penghargaan Kelas Nasional

Kegiatan tersebut merupakan program Kemenparekraf untuk membuat satu kondisi nyaman dan aman, tak hanya wisatawan namun juga para pelaku wisata.

"Jadi wisatawan yang datang ke daerah wisata akan mendapatkan kepastian bahwa layanan yang diterima dari para pelaku wisata adalah layanan yang sudah memenuhi syarat sehat bersih dan nyaman. Itu juga berlaku pada wisatawan sendiri, jadi wisatawannya juga harus sehat untuk melakukan kunjungan wisata," pungkasnya.