Petugas Polsek Semboro saat memeriksa kendaraan yang menjadi barang bukti penggelapan yang dilakukan pelaku. (foto : ulum Pitek / Jatim TIMES)
Petugas Polsek Semboro saat memeriksa kendaraan yang menjadi barang bukti penggelapan yang dilakukan pelaku. (foto : ulum Pitek / Jatim TIMES)

MALANGTIMES - Penggelapan  belasan mobil rental yang dilakukan perempuan bernama Tentrem Dwi Hariyati (43), warga Dusun Gadingsari RT 002 RW 003, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, Jember, menyajikan fakta mengejutkan. Ternyata pelaku tidak sendirian melakukan tindak pidana ini. 

Tentrem Dwi diketahui bersama lima orang lainnya dalam aksi kejahatan itu. Semuanya perempuan. Sampai-sampai polisi menyebut geng perempuan itu “wonder woman”.

Baca Juga : Dua Pria Bertopi Hitam Merah, Terekam CCTV Gasak Dua Sepeda Ontel

 

“Mereka sepeti wonder woman dalam menjalankan aksinya. Jadi, sudah sindikat dan komplotan. Yang berhasil kami ungkap di wilayah hukum kami, yakni Kecamatan Semboro, saja," ujar  Kapolsek Semboro Iptu Fathur Rahman.

Ada 14 mobil yang digelapkan geng perempuan itu. Dari pemeriksaan sementara, para pelaku juga beraksi di kecamatan lain di wilayah Jember. "Saat ini kami sudah koordinasi dengan polsek-polsek setempat,” ucap Fathur Rahman.

Modus pelaku penggelapan rental mobil kepada korban adalah dengan cara rental selama 10 hari dan membayar uang sewa senilai Rp 300 ribu (bukan Rp 200-250 ribu seperti dberitakan sebelumnya) per hari. Sewa 10 hari itu dibayar sekaligus oleh pelaku.

“Saat sudah mencapai batas akhir sewa atau 10 hari, dari pengakuan korban, pelaku sudah tidak bisa dihubungi. Sehingga korban pertama yang beralamat di Sidomekar melapor ke kami. Setelah kami kembangkan, ternyata ada korban lain, yakni Siyanto, warga Desa Sidomulyo, Semboro,” beber kapolsek.

Yang menarik lagi, aksi geng perempuan ini ternyata melibatkan banyak orang yang tidak sembarangan. Sumber yang diterima media ini, 6 pelaku yang dinyatakan DPO (daftar pencarian orang)  bukan ibu rumah tangga biasa. Dua di antaranya berprofesi sebagai guru di wilayah Umbulsari. Satu orang lagi adalah istri anggota polisi aktif.

Baca Juga : Gelapkan Uang Nasabah Rp 5,7 Miliar, Mantan Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap Polisi

 

Tidak hanya itu. Broker yang menghubungkan pelaku pihak yang menggadaikan  juga bukan warga biasa, tapi oknum TNI dengan inisial DI, asal Bandung,  yang berdinas di salah satu kesatuan di Jember.  “Iya Mas, yang bersangkutan asal Bandung. Saat ini sudah diproses di kesatuannya,” ujar sumber terpercaya yang enggan disebut namanya.