126 Ruang Isolasi Covid-19 di RS Rujukan Penuh, Kadinkes: Sudah Tidak Menerima Pasien Lagi

Nov 29, 2020 13:17
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui pewarta usai mengikuti istighosah memepringati HUT Kabupaten Malang ke-1.260 tahun di Pendopo Agung Kota Malang, Sabtu (28/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui pewarta usai mengikuti istighosah memepringati HUT Kabupaten Malang ke-1.260 tahun di Pendopo Agung Kota Malang, Sabtu (28/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Sebanyak 126 total ruang isolasi di empat Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kabupaten Malang telah terisi penuh. Ruangan itu terisi pasien Covid-19 yang mayoritas diikuti oleh penyakit komorbid. Pihak rumah sakit (RS) memutuskan untuk sementara waktu tidak menerima pasien yang terduga maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

Empat RS yang menjadi rujukan Covid-19 di Kabupaten Malang yakni Rumah Sakit Kanjuruhan di Kepanjen, Rumah Sakit Wava Husada di Kepanjen, Rumah Sakit Islam Gondanglegi, Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Dau.

Baca Juga : Update Covid-19 Kota Batu: Ada Kenaikan Drastis, Tambah 10 Pasien Konfirm Positif

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo pun membenarkan bahwa beberapa rumah sakit rujukan sementara waktu tidak menerima pasien terduga maupun terkonfirmasi Covid-19.

"Memang penuh sudah tidak menerima pasien lagi. Ada empat RS rujukan di Kabupaten Malang dan sejak seminggu terakhir sudah tidak menerima pasien lagi," ungkapnya ketika ditemui awak media seusai pelaksanaan istighotsah di Pendopo Agung, Kota Malang, Sabtu (28/11/2010) malam.

"126 ruang isolasi penuh, sebagian besar itu yang komorbid. Kalau memang masih ada yang dirawat terpaksa kami arahkan ke rumah sakit lainnya yang bukan rujukan," ujarnya.

Sementara untuk rumah sakit lain yang bukan termasuk rujukan Covid-19, Arbani mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui pasti data jumlah ruang isolasi dan teknis perawatannya. 

Menurut Arbani, alasan perawatan kepada para pasien harus dilakukan di rumah sakit rujukan Covid-19 karena pasien mengalami penyakit bawaan atau kormorbid yang cukup parah saat masih terduga maupun telah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kalau biasanya orang yang terpapar Covid-19 ini hanya sakit biasa. Sekarang sakit parah dan butuh perawatan rumah sakit. Contohnya seperti mengeluh sesak nafas atau demam, yang itu tergantung komorbidnya (penyakit bawaan, red)," jelasnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi hal itu semua selain memberikan arahan untuk dirawat di rumah sakit yang bukan rujukan, Arbani mengatakan bahwa masyarakat yang mempunyai penyakit bawaan atau komorbid, sudah selayaknya memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Di antaranya, menggunakan masker, seringkali mencuci tangan, menjaga jarak antar satu sama lain, selalu menyediakan stok hand sanitizer saat keluar rumah.

Baca Juga : Dusun Gangsiran PSBL, Shelter Isolasi Mandiri Disiapkan di Homestay Bukit Tlekung

"Karena kadang lupa beraktivitas di luar rumah, dirasa new normal bebas. Padahal malah berbahaya. Maka dari itu kami sarankan untuk tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan terutama untuk komorbid," tandasnya.

Maka dari itu pihaknya untuk saat ini akan berupaya untuk segera meminta bantuan kepada jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk penanganan pasien terduga maupun terkonfirmasi Covid-19 untuk mendapatkan perawatan sesuai SOP (Standard Operational Procedure).

"Dengan ini kami akan minta bantuan untuk jumlah pasien yang dirawat sampai overload (melebihi kapasitas, red) ini. Tapi ini belum mengajukan secara resmi dan secepatnya nanti kami ajukan permintaan bantuan (ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur,red)," ungkapnya.

Arbani berharap bantuan yang nantinya diminta berupa penyediaan akses perawatan terhadap pasien terduga maupun terkonfirmasi Covid-19 dapat dirawat di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di daerah lain sekitar Kabupaten Malang.

"Kami ingin nantinya bisa untuk akses ke daerah lain. Semoga bisa dan dibantu oleh Pemprov Jatim," pungkasnya.

Sebagai informasi bahwa berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang per hari Sabtu (28/11/2020) pukul 15.08 WIB, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.178 orang, pasien yang berhasil sembuh sebanyak 1.039 dan sebanyak 72 orang dinyatakan meninggal dunia.

Topik
berita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru