Kepala Diskopindag Kota Malang, Wahyu Setianto (kanan) saat menerima penghargaan dari Menteri Pan RB, Tjahjo Kumolo atas Inovasi Sepasar Pedas yang masuk TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik (Ist)
Kepala Diskopindag Kota Malang, Wahyu Setianto (kanan) saat menerima penghargaan dari Menteri Pan RB, Tjahjo Kumolo atas Inovasi Sepasar Pedas yang masuk TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik (Ist)

MALANGTIMES - Program Sekolah Pasar Pedagang Cerdas (Sepasar Pedas) yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopindag) Kota Malang, menuai sukses dengan raihan penghargaan tingkat nasional.  

Sepasar Pedas meraih penghargaan dan masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Top 45 terdiri atas 7 inovasi dari kementerian, 5 inovasi lembaga, 7 inovasi dari pemerintah provinsi, 19 inovasi dari pemerintah kabupaten, serta pemerintah kota yang menyumbangkan 7 inovasi.

Baca Juga : Bisa Tangkap Basah Pelaku Perusakan Sarpras Lalu Lintas, Bakal Dapat Reward dari Dishub Kota Malang

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo dan diterima Kepala Dinas Kopindag Kota Malang Wahyu Setiyanto di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Acara penyerahan penghargaan tersebut, bahkan dibuka secara virtual oleh Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin tersebut juga dihadiri oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Atas raihan tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap seluruh pihak yang telah menyukseskan program tersebut, utamanya Diskopindag Kota Malang.

"Hal ini juga tak ketinggalan peran serta para pedagang di pasar-pasar; yang telah ikut serta secara aktif pada program Sepasar Pedas" ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap, jika nantinya program Sepasar Pedas tak hanya aktif saat terdapat penilaian dalam perlombaan saja, melainkan juga akan terus berkelanjutan dalam memberikan kontribusi positif untuk terus mencerdaskan para pedagang.

Lewat Sepasar Pedas, pedagang-pedagang pasar dibentuk untuk memiliki kompetensi marketing, daya saing tinggi, dan berperilaku baik dalam menghadapi era pasar bebas dan memperluas jaringan bisnis sehingga mampu bersaing dengan kompetitornya.

"Tentunya, melalui program inovasi ‘Sepasar Pedas’, pedagang pasar rakyat Kota Malang, dengan pengetahuan dan ilmu yang mereka dapat, mampu bersaing dan bisa memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen agar tetap berbelanja ke pasar rakyat dengan nyaman,"terangnya.

Untuk diketahui, Sepasar Pedas sendiri telah dimulai sejak tahun 2017 oleh Diskopindag Kota Malang. Sebelumnya, inovasi Sepasar Pedas juga sempat mendapatkan penghargaan dan masuk dalam TOP 25 Inovasi Pelayanan Publik yang diadakan Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Taruh Perhatian pada Pernikahan Usia Dini

Bahkan adanya Inovasi ini juga seringkali membuat Diskopindag dikunjungi pemerintah dari lain daerah untuk melakukan studi tiru. Inovasi ini sendiri melanjutkan prestasi-prestasi yang selalu dicapai Kota Malang dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di tahun-tahun sebelumnya.