Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam saat memberikan sambutan dalam acara dialog kebangsaam yang diselenggarakan oleh FKUB, Kamis (26/11/2020). (Foto: Humas Protokol Kabupaten Malang) 
Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam saat memberikan sambutan dalam acara dialog kebangsaam yang diselenggarakan oleh FKUB, Kamis (26/11/2020). (Foto: Humas Protokol Kabupaten Malang) 

MALANGTIMES - Dalam perhelatan acara dialog kebangsaan bersama para tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma) se-Kabupaten Malang, yang diselenggarakan oleh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Malang Sjaichul Ghulam, ungkap kehidupan beragama di Kabupaten Malang sudah aman dan nyaman. 

Sjaichul Ghulam menuturkan, hingga sampai saat ini kondisi keberagaman dalam situasi keberagamaan di Kabupaten Malang telah berada pada posisi damai dan tentram. 

Baca Juga : Ada Efisiensi Gaji Rp 72,9 Miliar, APBD 2021 Kabupaten Malang Disetujui

"Salah satu bukti konkret adalah berbagai pemeluk agama dan kepercayaan dapat hidup berdampingan dan saling tolong-menolong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ungkapnya saat memberikan sambutan di hadapan toga dan toma yang menghadiri acara tersebut, Kamis (26/11/2020). 

Ghulam menambahkan, bahwa di Kabupaten Malang hal tersebut terbukti dengan tidak sedikitnya rumah ibadah bagi masing-masing pemeluk agama yang ada di pelosok-pelosok Kabupaten Malang yang lokasinya berdekatan serta berdampingan. Akan tetapi tetap menjunjung tinggi nilai dan sikap toleransi antar manusia. 

Dalam dialog kebangsaan yang mengusung tema "Meneguhkan komitmen tokoh agama, tokoh masyarakat, dalam menjaga NKRI dan memantapkan harmonisasi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara di Kabupaten Malang", Ghulam menuturkan, bahwa semangat kebersamaan sudah semestinya terus dipertahankan dan dijunjung tinggi. 

"Selain itu, tokoh agama dan tokoh masyarakat harus mampu berperan sentral sekaligus menjadi jembatan penghubung, baik secara vertikal maupun horizontal," tuturnya. 

Artinya, disampaikan Ghulam, bahwa dalam komitmen dan kesepahaman substansial terkait nilai-nilai toleransi hendaknya dapat terus tersalurkan dan di sosialisasikan, serta juga harus di implementasikan pada tataran akar rumput. 

"Hal ini penting untuk menyadarkan masyarakat, bahwa secara kodrati kita semua adalah makhluk sosial, yang senantiasa membutuhkan bantuan orang lain," imbuhnya. 

Lanjut Ghulam, meskipun antar masyarakat memiliki perbedaan dari agama, suku, ras, kedewasaan dari masyarakat yang tercipta merupakan penguat dari perbedaan itu sendiri. 

"Melalui acara dialog kebangsaan ini, dapat menjadi forum yang positif dan wadah strategis bagi keberlangsungan kehidupan umat beragama di Kabupaten Malang," harapnya. 

Mengingat juga pada tahun 2020 ini merupakan momentum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 di tengah situasi dan kondisi pandemi Covid-19.  

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Taruh Perhatian pada Pernikahan Usia Dini

"Sehingga selain menjaga kondusifitas masyarakat, penerapan protokol kesehatan juga menjadi fokus utama dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2020 nanti," imbaunya. 

Jadi, Ghulam berharap, melalui agenda dialog kebangsaan bersama toga dan toma ini dapat diikuti komitmen bersama. Mulai dari jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pihak media elektronik maupun cetak untuk menumbuhkan kebersamaan dan mengawal keharmonisan umat beragama, sebagai wadah untuk merajut kebhinekaan di Kabupaten Malang. 

"Mari terus bangun komunikasi melalui dialog lintas agama, agar selalu terpelihara kesepahaman antar umat beragama. Maupun juga dialog dengan Forkopimda Kabupaten Malang agar dapat diambil kebijakan menyeluruh tentang kerukunan umat beragama," jelasnya. 

Ghulam pun berdoa agar forum silaturrahmi yang digelar ini benar-benar mampu membawa kesejukan dalam kehidupan antar umat beragama yang meluas hingga ke pelosok-pelosok desa yang ada di Kabupaten Malang. 

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Malang HM. Sholeh, mengatakan, bahwa pada gelaran dialog kebangsaan bersama toga dan toma ini pihaknya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sjaichul Ghulam selaku Pjs Bupati Malang. Dan juga disampaikan Sholeh, bahwa dalam gelaran dialog kebangsaan ini diikuti oleh 55 perwakilan dari ormas (organisasi kemasyarakatan) keagamaan dari enam agama yang ada di Kabupaten Malang. 

"Jadi peserta kegiatan ini tidak diikuti dari unsur paslon bupati dan wakil bupati atau dari tim sukses manapun. Karena memang dialog kerukunan kebangsaan ini tidak ada hubungannya dengan Pilkada Kabupaten Malang, hanya saja waktunya yang berdekatan," pungkasnya.