Ilustrasi pernikahan (istimewa)
Ilustrasi pernikahan (istimewa)

MALANGTIMES - Pernikahan dini di Kota Malang masih menjadi perhatian bagi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang. Hal itu karena masih banyak anak yang belum mengerti tentang pernikahan.

Pernikahan anak yang masih berusia muda memang tidak ada salahnya. Tapi, satu hal yang terpenting bahwa pengertian menikah bukan hanya soal sah secara agama dan hukum.

Baca Juga : Peringati HKN ke-56, Pjs Bupati Malang Ingatkan Prokes dan Serahkan Penghargaan Pada Nakes

Banyak faktor yang membuat pernikahan dini bisa terlaksana. Beberapa diantaranya ada yang melakukan hubungan hingga terjadi kehamilan lebih dulu, atau tuntutan keluarga yang ingin anaknya segera dipinang.

Kepala Bidang (Kabid) Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Sri Umiasih, berharap bahwa anak juga bisa memahami mengenai masalah kependudukan. Sehingga ke depan bisa mempersiapkan untuk membangun keluarga di usia yang tepat.

"Sehingga anak-anak ini bisa mengerti proses kependudukan, juga membuat pelamar mengerti perkawinan dini. Sehingga ke depan lebih dipersiapkan lagi agar tidak ada pernikahan dini. Mereka siap untuk membangun dirinya sendiri, keluarga maupun bangsa dan negara," ungkapnya.

Menurut Sri Umiasih, pengetahuan kependudukan sangat penting bagi anak, karena nantinya mereka juga akan menghadapi situasi pernikahan. Sehingga dalam hal ini tidak ada lagi pernikahan yang sia-sia hanya karena ketidaktahuan tentang pernikahan.

"Karena pembelajaran kependudukan ini penting, kami juga akan terus melakukan sosialisasi untuk itu," tandasnya.