Salah satu pelanggar protokol kesehatan yang langsung menjalani sidang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Salah satu pelanggar protokol kesehatan yang langsung menjalani sidang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Operasi yustisi (opyus) penertiban dan penegakan hukum terkait protokol kesehatan (prokes) kembali dilakukan petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan Kota Malang, TNI-Polri. 

Kali ini opyus dilakukan di kawasan Jalan Simpang Balapan, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga : Ditanya Boy William Soal Insiden Matikan Mic di Sidang UU Cipta Kerja, Ini Kata Puan Maharani

Dari opyus tersebut, terjaring 78 pelanggar prokes yang langsung ditindak dan menjalani sidang di tempat oleh hakim dari pengadilan Negeri Malang.

Dalam opyus tersebut, 100 personel diterjunkan dan disebar di titik-titik yang ada di sekitar bundaran Jalan Simpang Balapan.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Perundangan Daerah Satpol-PP Kota Malang Natalino Monteiro, menjelaskan, jika 78 pelanggar yang terjaring tersebut kemudian dilakukan sidang langsung dan membayar denda sebesar Rp 25 ribu. Namun dari 78 pelanggar tersebut, lima orang masih belum membayar denda.

"Lima yang belum membayar, kemudian dilakukan penyitaan KTP oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang," jelasnya.

Sementara itu, disampaikannya, jika hasil denda yang diperoleh oleh para pelanggar, sebesar Rp 1,825 juta. Uang tersebut akan dimasukan ke kas negara.

Tujuan dilakukannya opyus ini sendiri, tentunya untuk semakin membuat masyarakat tertib dalam mematuhi prokes sehingga bisa semakin memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Dalam operasi tersebut, pihaknya geleng kepala. Sebab, meskipun sudah seringkali terdapat operasi maupun imbauan dari pemerintah, namun masih saja ditemui banyak masyarakat yang masih menganggap remeh Covid-19.

Baca Juga : Operasi Yustisi di Kota Batu Masih Akan Digelar hingga Akhir November

"Banyak alasannya, ada yang merasa gerah, sehingga nggak pakai masker. Ada yang maskernya diturunkan, dan ada juga yang disimpan di jok motor. Namun apapun itu tetap pelanggaran protokol kesehatan," bebernya.

Sebelumnya, opyus sendiri sudah digelar di kawasan Jalan Soekarno Hatta. Di situ para pelanggar yang terjaring juga cukup banyak. Yakni terdapat sekitar 70 orang.

"Tentunya kami rutin untuk melakukan operasi yustisi. Kami harap pada operasi selanjutnya pelanggar protokol kesehatan semakin berkurang," pungkasnya.