Program Aji, Paslon SanDi Bakal Berikan Insentif Guru TPQ

Nov 24, 2020 12:09
Calon Wakil Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Didik Gatot Subroto saat menjelaskan skema pemberian insentif bagi guru TPQ di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Calon Wakil Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Didik Gatot Subroto saat menjelaskan skema pemberian insentif bagi guru TPQ di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Paslon (pasangan calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) bakal memberikan insentif kepada guru TPQ (Taman Pembelajaran Al-quran), yang ada di Kabupaten Malang.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Calon Wakil Bupati Malang dari nomor urut 1 Didik Gatot Subroto, saat ditemui beberapa waktu lalu. 

Baca Juga : Bahas 34 Ranperda Tahun Depan, Berikut Catatan Fraksi PKS untuk Skala Prioritas Pembahasan

 

”Iya, ada insentif untuk guru ngaji. Saat ini guru ngaji akan kita berikan insentif. Untuk sementara ini senilai Rp 1.250.000 per guru ngaji,” terangnya.

Nominal insentif senilai jutaan rupiah kepada para guru ngaji di Kabupaten Malang itu, dijelaskan Didik, bakal diberikan di setiap tahunnya. 

”Kemampuan keuangan kita terbatas, jadi untuk sementara ini kita bagikan Rp 1.250.000 untuk pertahun,” tuturnya.

Selain sebagai wujud kepedulian terhadap guru TPQ yang masih jarang mendapatkan perhatian pemerintah, pemberian insentif tersebut juga bertujuan untuk memberi penghargaan kepada guru ngaji, yang bakal dilibatkan dalam program unggulan Malang Makmur di sektor pendidikan, yakni Aji atau kependekan dari Ayo Ngaji.

”Seperti yang saya sampaikan, akan ada program ayo mengaji (Aji). Nah pada saat ayo mengaji ini nanti guru-guru (TPQ, red), para ustad, ustadzah ini kita perbantukan untuk melakukan proses pembelajaaran di luar jam sekolah. Beliau diperbantukan untuk mengajar di sekolah pada saat jam tambahan,” ucapnya.

Seperti yang sudah diberitakan, dalam pernyataannya Calon Bupati Malang Sanusi menyatakan, jika program unggulan Malang Makmur Aji ini, difokuskan untuk mencetak pelajar mulai dari TK (Taman Kanak-kanak), SD (Sekolah Dasar), hingga SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Kabupaten Malang agar fasih membaca Al-quran.

Di mana, untuk merealisasikan program mulia tersebut, Sanusi bakal menjalin MoU (Memorandum of Understanding) antara Disdik (Dinas Pendidikan) dan para guru TPQ yang ada di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Paslon LaDub Tawarkan Program Ini Terkait Pengembangan UMKM Melalui Klaster Industri

 

Nantinya, guru TPQ yang ada di bawah kerjasama dengan Disdik Kabupaten Malang itulah, yang akan dilibatkan untuk program Aji. Harapannya, jika program tersebut terealisasi secara berkelanjutan, maka paslon SanDi optimis seluruh pelajar di Kabupaten Malang yang beragama Islam akan fasih membaca al-quran di tahun 2022 mendatang.

”Kemudian di luar itu (pembelajaran tambahan di sekolah umum, red) beliau (guru TPQ) masih berkesempatan untuk bisa ngajar di TPQ yang mereka bina. Inilah yang akan kita ciptakan ke depan,” ujar politisi dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Dengan intensitas pembelajaran al-quran, baik di jam tambahan maupun di TPQ, diharapkan nantinya pelajar di tingkat sekolah umum, bekal ilmu agama yang didapatkan sedikit banyak akan setara dengan pendidikan yang ada di bawah naungan kementrian agama.

Yakni sekolah Raudatul athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). ”Sehingga anak-anak di sekolah umum ini (pendidikan agamanya, red) tidak ketinggalan dengan adik-adik kita, anak-anak kita yang sekolah di RA, MI maupun MTs,” tukas politisi yang juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang ini.

 

Topik
Paslon Sandicawabup didik gatot subrotomalang makmurprogram aji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru