Paslon LaDub Tawarkan Program Ini Terkait Pengembangan UMKM Melalui Klaster Industri

Nov 23, 2020 18:11
Paslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat menggelar konferensi pers usai pelaksanaan debat kedua di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (20/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Paslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat menggelar konferensi pers usai pelaksanaan debat kedua di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (20/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) menawarkan beberapa program terkait pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) melalui klaster industri. 

Calon Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib mengungkapkan bahwa salah satu upaya mengembangkan UMKM melalui klaster industri yakni dengan menonjolkan ikon di Kabupaten Malang. 

"Kami punya program untuk ikon Kabupaten Malang itu produk olahan ikan. Karena ini banyak mempunyai potensi ekonomi yang sangat tinggi," ungkapnya ketika menjawab pertanyaan dari panelis ketika debat publik kedua. 

Perempuan yang memiliki pengalaman menjabat sebagai anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI dua periode ini menjelaskan bahwa program tersebut bukan hanya ucapan belaka. 

Akan tetapi disampaikan Lathifah bahwa program tersebut didukung juga dengan luasan wilayah perairan Kabupaten Malang berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Jawa Timur tercatat mencapai 1.705 kilometer persegi. 

"Potensi Kabupaten Malang pada sektor perikanan sangat bagus, hasil tangkapan ikan laut kurang lebih sebesar 16.000 ton pada tahun 2019," ujarnya. 

Hasil tersebut dapat terus ditingkatkan jika membuat terobosan program yang efekfit. Karena dikatakan Bu Nyai -sapaan akrabnya- berkaca pada Kabupaten Trenggalek yang luas perairannya lebih kecil dari Kabupaten Malang hasil tangkapannya lebih besar pada tahun 2019. 

"Kabupaten Trenggalek yang luas perairan hanya seluas 711 kilometer, tetapi hasil lautnya bisa mencapai kurang lebih 28.000 ton. (28.690, red)," sebutnya. 

Untuk mengembangkan potensi tersebut, perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini akan menggerakkan koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Malang. 

"Dengan diversifikasi jenis usaha koperasi dari koperasi yang selama ini banyak memberikan pelayanan atau unit simpan pinjam. Kami berupaya supaya diversifikasi jenis usaha koperasi yang lain, misalnya produk olahan ikan," jelasnya. 

Lanjutnya juga mendorong peningkatan kualitas koperasi imbas di Kabupaten Malang. Dan bagi koperasi-koperasi yang telah baik, mempunyai tanggungjawab mengimbaskan manajemen koperasi yang belum baik. 

"Berikutnya revitalisasi KUD (Koperasi Unit Desa, red). Memanfaatkan kembali fungsi KUD sesuai dengan komoditi khas wilayahnya," terang Bu Nyai yang juga menjabat sebagai Ketua Primer Koperasi Annisa Kota Malang sejak tahun 2002 hingga sekarang. 

Sementara itu, Bu Nyai juga memiliki terobosan program melalui kartu-kartu yang dapat memberikan fasilitas lebih kepada masyarakat Kabupaten Malang yang memiliki usaha.  

"Berikutnya Kartu Usaha Mikro maupun kartu untuk jaminan memperoleh permodalan, pelatihan digital marketing bagi kalangan perempuan dan pemuda, bantuan alat usaha dan produksi bagi kelompok wirausaha baru," tandasnya. 

Dalam terobosan program tersebut, Bu Nyai menyebutkan bahwa tidak semuanya menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kabupaten Malang melainkan melalui sistem kerjasama dengan pihak swasta. 

"Tetapi kami akan bekerjasama dengan industri yang ada di Kabupaten Malang untuk menyisihkan sebagian CSR nya untuk membina para pengusaha mikro menengah dan koperasi," pungkasnya.

Topik
Pilkada Kabupaten Malangpaslon ladub

Berita Lainnya

Berita

Terbaru