Badauroji alias Cowek saat diamankan jajaran kepolisian Polsek Lawang karena kasus pengedaran narkotika (Foto : Polsek Lawang for MalangTIMES)
Badauroji alias Cowek saat diamankan jajaran kepolisian Polsek Lawang karena kasus pengedaran narkotika (Foto : Polsek Lawang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badauroji alias Cowek warga Dusun Krajan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Lawang, lantaran terlibat peredaran narkotika jenis pil double L, Kamis (19/11/2020) tengah malam.

Ketika diamankan petugas, polisi berhasil menyita ratusan pil koplo (sebutan double L) sesaat setelah tersangka menerima pasokan narkotika. 

Baca Juga : Sosok "Teman" Gisel Bakal Diperiksa Polisi soal Video Syur

”Sedikitnya ada 918 butir pil double L yang berhasil kami sita dari tangan tersangka,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Lawang, Iptu Hari Eko Utomo saat dikonfirmasi Jumat (20/11/2020) pagi.

Selain menyita ratusan pil double L, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti saat menggeledah kediaman tersangka yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Beberapa barang bukti yang diamankan polisi tersebut, meliputi berbagai peralatan untuk mengemas narkotika, dua unit Handphone, dan uang senilai Rp 40 ribu yang diduga kuat merupakan hasil penjualan pil double L.

”Terhadap tersangka dan barang bukti yang kami dapatkan sudah diamankan guna kepentingan penyidikan,” ucapnya.

Dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Lawang, kronologi penangkapan tersangka ini, bermula dari informasi yang dihimpun polisi, jika di wilayah Kecamatan Lawang marak dijadikan lokasi peredaran narkoba.

Baca Juga : Tak Hanya Motor, Meja di Depan Rumah pun Disikat Maling

Mendapat informasi tersebut, personel Unit Reskrim Polsek Lawang dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas mendapat keterangan jika pelaku yang sering menjual narkotika tersebut adalah Badauroji alias Cowek.

Hingga akhirnya, setelah sempat melakukan pengintaian, pria 32 tahun itu berhasil diringkus polisi. Tersangka yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani ini, mengaku terpaksa mengedarkan narkotika karena terhimpit kebutuhan ekonomi.

”Kasusnya masih dalam proses lidik, kami masih mengembangkan beberapa pelaku lainnya yang merupakan pemasok pil double L kepada tersangka BD alias Cowek ini,” tukasnya.