Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).

MALANGTIMES - Plasma konvalesen atau plasma darah yang berasal dari seorang terjangkit Covid-19 yang sudah sembuh, dianggap berpotensi menjadi terapi atau penanganan yang aman untuk pasien Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) juga telah mengizinkan penggunaan plasma darah untuk pengobatan penyakit tersebut.

Baca Juga : Terjangkit Penyakit Jantung, Begini Metode Pengobatannya

 

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang terinfeksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 dan masih dalam penanganan atau perawatan.

Lantas, apa syarat bagi pendonor plasma konvalesen ini? 

Wakil Ketua II Pengurus PMI Kota Malang, dr Asih Trirachmi Nuswantari menyatakan pendonor plasma konvalesen ini bukan masyarakat umum atau orang dalam kondisi sehat, melainkan yang pernah terindikasi terjangkit Covid-19.

"Nggak bisa (masyarakat umum). Ini adalah yang pernah sakit (terjangkit Covid-19). Karena yang dibutuhkan antibodi dalam plasmanya, nah ini terdapat pada mereka yang sakit dan telah sembuh," jelasnya saat dihubungi MalangTIMES, Jumat (20/11/2020).

Sehingga plasma dari pendonor inilah yang digunakan untuk pengobatan pasien Covid-19 yang masih dalam penanganan. Asih menjelaskan, alasan orang yang sehat tidak bisa mendonorkan karena di dalam tubuhnya tidak terdapat antibodi untuk penanganan virus.

Begitupun juga dengan pasien Covid-19 yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala). Di mana kurang dibutuhkan anti bodi dalam tubuhnya untuk pengobatan pasien lainnya.

"Kalau misalnya orang yang sehat, ya nggak bisa karena dia nggak ada anti bodinya. Dan kalau OTG gitu ya, itu juga nggak terlalu tinggi, ya ada antibodinya cuma nggak terlalu tinggi," imbuhnya.

Artinya, pendonor plasma konvalesen ini merupakan yang sebelumnya pasien Covid-19 dengan kategori gejala sedang hingga tinggi dan sudah dinyatakan sembuh. Proses pendonoran ini dikatakannya bisa dilakukan di PMI Kota Malang. Dan seorang pendonor juga harus dipastikan sehat dengan bukti hasil uji laboratorium.

"Di PMI saja (untuk donor plasma konvalesen).
Dan itu syaratnya yang sembuh 14 sampai 28 hari tanpa gejala, dia sudah dinyatakan sembuh total. Jadi nanti di PCR-swab dulu, kalau swab-nya negatif baru bisa. Kadang-kadang kan mereka yang sudah merasa sembuh ternyata swab-nya masih positif itu ndak bisa," jelasnya.

Baca Juga : Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Capai 81 Persen di Kota Batu, Ini Rahasia Penanganannya

 

Lebih jauh, perempuan yang juga Staf Ahli Bidang Pembangunan Kesejahteraan Rakyat dan SDM Pemkot Malang itu menambahkan syarat-syarat lainnya bagi pendonor di antaranya seorang laki-laki berusia 17-60 tahun. Jika perempuan, maka seorang yang belum pernah hamil.

"Tapi kan juga masih harus diperiksa macam-macam (kondisi pendonor), sehingga yang paling gampang ya laki-laki saja. Dengan berat badan minimal 55 kilogram," terangnya.

Hal lain yang juga harus diperhatikan, menurut Asih yakni bebas dari virus, parasit atau patogen lain berpotensi bisa ditransmisikan melalui darah. Hingga memiliki titer antibodi yang cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi.

"Kita skrining dulu, sebelum kita pengambilan darah itu kan kita liat dulu titer anti bodinya. Diutamakan yang minimal 1/160 sampai 1/320, itu yang bagus," paparnya.

Semua langkah skrining tersebut dilakukan untuk memastikan seorang pendonor dalam kondisi yang fit. Termasuk mendeteksi adanya penyakit bawaan atau komorbid lainnya atau tidak. Sehingga saat plasma konvalesen akan didistribusikan akan terjamin keamanannya untuk pasien Covid-19.

"Karena bukan apa-apanya, proses pemeriksaan-pemeriksaan ini kita uji. Jangan sampai kita memberikan untuk menolong seseorang itu malah menjadikan orang itu sakit. Termasuk kita cek dulu, pertama titer, golongan darahnya. Ketika dibutuhkan harus sesuai dengan golongan darah. Skrining HIV, seperti saat donor darah. Untuk PCR-swab kita berikan layanan tanpa biaya atau gratis," tandasnya.