Pasien yang dinyatakan sembuh di shelter Hotel Mutiara Baru beberapa saat lalu.
Pasien yang dinyatakan sembuh di shelter Hotel Mutiara Baru beberapa saat lalu.

MALANGTIMES - Angka warga yang sembuh dibandingkan dengan terkonfirmasi aktif Covid-19 terpaut cukup jauh. Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori, tingginya angka kesembuhan itu dipengaruhi beberapa faktor. 

Rincian jumlah akumulatif konfirm mencapai 183 orang, diantaranya aktif 22 orang, sembuh 147 orang, dan meninggal dunia 13 orang. Atau presentase kondisi pasien Covid-19 di Kota Batu aktif 12 persen, meninggal dunia 7 persen, dan sembuh 81 persen. 

Baca Juga : Bolehkah Ibu Positif Covid-19 Menyusui Anak? Ini Penjelasannya

 

Chori mengatakan, tingkatan kesembuhan secara umum dipengaruhi dari daya tahan tubuh pasien dan juga respon tubuh terhadap pengobatan yang diberikan. “Seluruh pasien yang dalam perawatan di RS, dipastikan mendapat pelayanan kesehatan maupun gizi sesuai standar,” ucapnya.

Sedangkan pasien yang berada di shelter yang dikelola Pemkot Batu, selain diberi asupan makanan yang sesuai standar gizi, juga diberikan suplemen multivitamin. Tidak hanya itu saja tetapi juga difasilitasi untuk beraktivitas fisik.

“Aktivitas fisik di dalam shelter Hotel Mutiara Baru ini dengan senam pagi, serta disediakan juga konsultasi rohaniwan dan psikolog. Karena hal ini juga menunjang tingkat kesembuhan,” jelas pria yang juga Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Batu ini.

Sedangkan untuk kasus suspek jumlahnya 181 orang. Probable 3 orang, diisolasi 39, dan discarded 118 orang. Dengan kawasan zona merah atau risiko tinggi di Kecamatan Junrejo ada di Desa Mojorejo, Desa Pendem.

Baca Juga : Bertambah 7 Pasien, Jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Meningkat jadi 531 Kasus

 

Lalu di Kecamatan Batu ada di Desa Pesanggarahan, Kelurahan Songgokerto, dan Kelurahan Sisir. Kecamatan Bumiaji ada di Desa Giripurno, dan Desa Punten.