Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (berkopyah) saat menghadiri pameran Payung Tradisional di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (19/11). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (berkopyah) saat menghadiri pameran Payung Tradisional di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Kamis (19/11). (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Pernak-pernik beragam payung epic menemui para pencinta seni di Gedung Dewan Kesenian Malang. Karya sang maestro seni Payung Tradisional Mbah Rasimun memikat para penonton termasuk Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Bung Edi (sapaan akrab Wawali) mengapresiasi hadirnya pameran tradisional yang telah berlangsung selama empat tahun beruntun ini. Hadirnya pelaku seni sebagai bentuk wujud pelestarian budaya di Kota Malang.

Baca Juga : Jaran Kepang dan Bantengan Kota Batu Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

"Saya harap pelestarian seni dan budaya di Kota Malang dapat menjadi tanggung jawab kita bersama; agar nantinya anak cucu kita masih bisa melihat dan menikmatinya," ujarnya saat membuka acara Pameran Payung Mbah Rasimun dengan tema Negeri Payung, Kamis (19/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap langkah yang dilakukan Mbah Rasimun ini bisa menjadi cara bagi seniman lain untuk terus menghasilkan karya yang bisa dikenal luas. Salah satunya dengan mengajak para pelaku seni untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Sehingga, karya-karya para seniman juga memiliki potensi untuk menggaet wisatawan luar daerah untuk melihat seni-seni khas Kota Malang. "Dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah kami terus berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara ajeg dan bisa menjadi agenda tahunan yang mampu memikat para wisatawan," terangnya.

Sementara itu, Penyelenggara Acara, Yuyun mengatakan kegiatan pameran yang dilangsungkan selama empat hari ke depan ini sekaligus untuk penggalangan dana bagi sang Maestro Mbah Rasimun.

Baca Juga : Kembali Wadahi Kreativitas Masyarakat, Gedung Dewan Bergemuruh Pertunjukan Teater

Yang mana, Karya-karya tradisional buatannya tersebut bakal diikutkan dalam Festival Payung Indonesia yang digelar di Candi Prambanan pada awal bulan Desember 2020 mendatang. "Saya dan tim tentunya sangat mengharapkan bantuan dan dukungan dari pemerintah, sehingga karya-karya ini bisa lebih dikenal luas," ungkapnya.