Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah hitam) saat menemui tim manajemen Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Kamis (19/11). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah hitam) saat menemui tim manajemen Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Kamis (19/11). (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Buntut kasus air tercemarnya solar yang dialami pelanggan PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang hingga kini masih terus ditelusuri. Pihak manajemen dinilai kurang kooperatif dalam mengatasi persoalan tersebut.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan rasa kecewanya terkait permasalahan ini. Menurutnya, perlu ada evaluasi menyeluruh. Sutiaji juga menyebut ada kemungkinan dilakukan perombakan di jajaran manajemen Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

Baca Juga : Wali Kota Malang Sutiaji Sebut 95 Persen Bangunan di Kampus Belum Memiliki IMB

 

"Saya minta dievaluasi secara mendalam dan bila perlu dilakukan perombakan secara mendalam," ujarnya saat sidak di Kantor Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Kamis (19/11/2020).

Sutiaji menganggap manajemen Perumda Tugu Tirta Kota Malang belum mampu menuntaskan permasalahan demi permasalahan terkait layanan air terhadap pelanggannya.

Bahkan, dia merasakan setiap ada permasalahan selalu menunggu pergerakan dirinya, baru manajemen Perumda Tugu Tirta Kota Malang ikut bergerak mengatasi persoalan demi persoalan yang ada.

"Saya nilai manajemen belum menuntaskan setiap permasalahan dengan tuntas dan baik. Bahkan saya cermati, setiap muncul permasalahan cenderung menunggu saya bergerak, baru setelah itu (manajemen Perumda Tugu Tirta Kota Malang) bergerak," tegasnya.

Lebih jauh, dengan tegas Sutiaji menyebut Perumda Tugu Tirta tak mampu menunjukkan kemandirian dalam mengatasi problem solving (penyelesaian masalah) terhadap pelayanan air terhadap para pelanggannya. "Maka jangan salahkan bila publik jika kecewa juga," tandasnya.

Baca Juga : 5 Hari Berturut-turut, Diskopindag Gelar Operasi dan Pasar Murah di 5 Kelurahan

 

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menyatakan kejadian tercemarnya air dengan solar tersebut harus disikapi dengan lebih bijak. Pihak Perumda Tugu Tirta diminta tak hanya menyeriusi terkait recovery (pemulihan) normalisasi pasokan air, juga harus memaksimalkan SOP kinerja manajemen di dalamnya.

"Kita tetap minta ditinjau ulang nanti selain SOP-nya, petugas yang berjaga juga harus dilakukan pengawasan. Artinya ada teguran atau apapun terkait kejadian ini. Biar PDAM tidak main-main, ini menyangkut keselamatan orang banyak," ungkapnya.