Volume Sampah Tinggi, Pemkot Malang Bangun Dua TPS Baru

Nov 15, 2020 18:17
Kondisi TPA Supit Urang. (Dokumentasi MalangTIMES).
Kondisi TPA Supit Urang. (Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Volume sampah di Kota Malang masih tetap tinggi setiap tahunnya. Bahkan, pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang, jumlah sampah cenderung tetap dan tak ada penurunan yang cukup signifikan. 

Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kota Malang pun membangun dua tempat pembuangan sementara (TPS) baru. Keduanya akan dibangun di Kelurahan Mulyorejo dan Kelurahan Tlogomas.

Baca Juga : Lakukan Sidak, Dewan Minta Ada Kompensasi untuk Pelanggan Terdampak Air Bau Minyak

Kedua kelurahan dipilih jadi tempat pembangunan TPS baru karena  memang memiliki penduduk yang cukup padat dan terbilang sebagai kawasan pemukiman padat.

Berdasarkan data di LPSE Kota Malang, disebutkan  anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan dua TPS itu sebesar Rp 335 juta. Rinciannya Rp 150 juta untuk pembangunan TPS Mulyorejo dan Rp 185 juta untuk pembangunan TPS Tlogomas..

Bukan hanya menganggarkan penambahan TPS. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang juga menganggarkan pengadaan sepeda motor gerobak roda tiga yang baru. Kendaraan tersebut diperuntukkan mengangkut dan mengelola sampah lebih maksimal. Unit sepeda motor gerobak tersebut dianggarkna  Rp 275 juta dan kini tengah dilakukan proses lelang pengadaan.

Sementara itu, Kabid Kesampahan dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Joao M.G De Carvalho menyampaikan, volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang setiap hari mencapai 490 ton. Rata-rata merupakan sampah rumah tangga yang dibawa dari TPS.

"Dan selama pandemi ini jumlah sampah tak berkurang. Masih hampir sama seperti hari biasa. Itu karena konsumsi masyarakat pada dasarnya juga tetap sama," kata dia.

Joao menjelaskan, selama pandemi covid-19 ini, jumlah sampah di jalanan memang berkurang signifikan. Karena beberapa tempat yang dulunya selalu ramai dikunjungi masyarakat saat libur panjang saat ini juga masih belum beroperasi. Di antaranya  Alun-Alun Kota Malang, Alun-Alun Tugu, hingga kawasan Jl Trunojoyo. 

Beberapa titik itu memang selalu ramai saat libur panjang. Untuk titik yang padat dan ramai tersebut, biasanya sampah yang terkumpul mencapai hampir 10 ton saat ada agenda liburan.

Baca Juga : Antisipasi Bencana, Pemkot Malang Pasang Alat Deteksi Bencana di 6 Titik

Volume sampah yang sangat besar per harinya itu diharapkan bisa lebih ditekan lagi. Masyarakat diharapkan turut serta dalam mengurangi sampah rumah tangga. Salah satunya juga dengan memisahkan sampah sejak dari rumah. Sehingga, sampah yang dapat diolah bisa dimaksimalkan lagi dan tidak sampai ke TPA.

Terlebih usia TPA Supit Urang untuk mengelola sampah menggunakan sanitary landfill kemungkinan bisa selama enam sampai tujuh tahun ke depan. Sehingga, masyarakat memang harus didorong untuk terus mengurangi volume sampah setiap hari.

"Edukasi untuk mengelola sampah terus dilakukan dan masing-masing TPS sekarang sudah memiliki rumah kompos. Tujuannya agar sampah yang dibawa ke TPA tidak terlalu menumpuk," pungkas Joao.

 

Topik
TPA Supit Urang Kota MalangTPA Supit UrangDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota MalangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru