Lakukan Sidak, Dewan Minta Ada Kompensasi untuk Pelanggan Terdampak Air Bau Minyak

Nov 13, 2020 12:49
Komisi B DPRD Kota Malang saat melakukan sidak ke kawasan Sumber Air Wendit, Jumat (13/11). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Komisi B DPRD Kota Malang saat melakukan sidak ke kawasan Sumber Air Wendit, Jumat (13/11). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Menyusul adanya keluhan pelanggan terkait air berbau minyak terhadap Perumda Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang, Komisi B lakukan sidak ke kawasan Sumber Air Wendit, Jumat (13/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut, para anggota dewan ini melakukan peninjauan di beberapa area lokasi yang memungkinkan terjadinya penyebaran tercemarnya air dengan solar.

Baca Juga : Bau Minyak Air PDAM Dikeluhkan Warga, Wali Kota Malang Sutiaji Minta Segera Ditangani

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono menyampaikan seyogyanya pihak Perumda Tugu Tirta Kota Malang bisa memberikan kompensasi bagi warga yang terdampak. Seperti, misalnya dengan memberikan keringanan tagihan air untuk di bulan ini.

"Ini sedang kita komunikasikan, ada kebijakan dari manajemen. Kita usulkan ada kompensasi, ada pengurangan pembayaran rekening lah. Bentuknya nanti yang masih mau dibicarakan lagi. Cuma memang untuk mendeteksi yang terdampak itu kan beberapa titik ya," jelasnya. 

Trio menyoroti proses penyaluran distribusi air kepada pelanggan yang juga dilakukan manual. Artinya, pihak dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang diharapkan lebih memperhatikan betul terkait dengan sistem pengamanan bagi petugasnya.

Sehingga kejadian yang merugikan pelanggan air di Kota Malang ini tak akan terulang lagi. "Dan yang perlu diperhatikan berarti itu kan kalau faktornya human eror. Karena ini kan semuanya manual, mesti ada pihak-pihak yg perlu diperhatikan, pengamanan itu diperketat agar tidak terulang," imbuhnya.

Lebih jauh, menurut Trio proses tercemarnya air dengan solar ini lantaran volume dari kapasitas kebutuhan solar terlalu besar. Yang seharusnya di kapasitas 1.000 ini naik menjadi 3.000.

Karenanya, menjadikan luberan solar tumpah merembes ke tanah hingga ke sumber air yang langsung masuk ke pendistribusian kepada saluran pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

"Ini di penampungan solar ada volume yg kapasitas 1.000 menjadi 3.000 sehingga tumpah. Begitu tumpah masuk ke saluran pembuangan ini masuk ke tanah terus sampai ke sumber air. Itu yang masuk ke tandon sini kan dikirim ke beberapa tandon di beberapa wilayah perkotaan. Itu yang terkontaminasi dari solar," jelasnya.

Baca Juga : Air Berbau Minyak Tanah, PDAM Kota Malang Sarankan Tak Gunakan Air

Langkah-langkah kongkrit juga telah dipastikan dilakukan oleh pihak Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Yang mana, dengan melakukan flushing atau pengurasan hingga pembersihan pipa.

"Yang pasti ada langkah-langkah kongkrit itu dikuras semua. Yang di pipa-pipa juga dibersihkan dengan teknik kimia. Dialiri dengan asam sitrat, itu untuk bisa netralisir solar-solar yang nempel di pipa. Ini sudah berproses, dan di beberapa titik PH-nya juga sudah normal," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
DPRD Kota MalangPDAM Kota Malangair pdam bau minyakPerumda Tugu TirtaTrio Agus Purwono

Berita Lainnya

Berita

Terbaru