Tekan Stunting, Vitamin Tablet ZE untuk Remaja Putri Kota Batu Siap Didistribusikan

Nov 13, 2020 17:58
Salah satu peserta dalam HKN saat meminum tablet ZE di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Jumat (13/11/2020).
Salah satu peserta dalam HKN saat meminum tablet ZE di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Jumat (13/11/2020).

MALANGTIMES - Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2020, Pemkot Batu luncurkan program minum tablet ZE (zat besi) di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Jumat (13/11/2020). 

Program itu diluncurkan untuk menekan kasus stunting di Kota Batu yang menjadi prioritas Pemkot Batu.

Baca Juga : Ada Tambahan dari Singosari, Total 69 Pasien Covid-19 Meninggal di Kabupaten

Obat itu diberikan kepada remaja putri dengan rentang usia 12-18 tahun. Untuk mengkonsumsi obat tersebut, hanya perlu dikonsumsi satu minggu sekali. 

”Pemberian tablet ZE ini untuk pemenuhan zat besi bagi remaja putri yang kelak menjadi calon ibu,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari. 

Kemudian juga untuk meminimalisir resiko kelahiran bayi premature dan berat badan lahir rendah (BBLR). Pemberian tablet ZE itu akan disalurkan melalui kader desa, puskesmas termasuk sekolah. 

“Untuk sekolah, karena sekarang Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan secara daring, sehingga diberikan melalui kader desa dan kelompok remaja,” tambahnya.

Program pemberian tablet ZE kepada remaja putri tersebut, salah satu upaya Pemkot Batu untuk menekan angka stunting, yang sebelumnya menyasar pada calon pengantin. Kemudian mereka juga diberi pemahaman mengenai pemenuhan asupan gizi bagi bayi dan  pola asuh yang baik kepada anak.

Baca Juga : Maksimalkan Penanganan Stunting, Dinkes Kota Malang Terus Gencarkan Kursus Bagi Calon Pengantin

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, masih banyak didapati remaja putri hingga orang tua yang memiliki kesadaran rendah terhadap pemberian zat besi. Karena itu Pemkot Batu hadir memfasilitasi dengan memberikan tablet atau vitamin ZE.

“Dengan pemberian vitamin ini kelak bisa menjadi calon ibu yang sehat. Saya minta kepada ibu-ibu mengingatkan putrinya untuk selalu rutin mengkonsumsi vitamin dan asupan makanan yang mengandung zat besi,” ucapnya.

Sebagai informasi, kasus stunting di Kota Batu sekitar 20 persen dari jumlah balita sebanyak 35 ribu. Dengan lima lokasi khusus tertinggi untuk kasus stunting. Diantaranya di Desa Giripurno terdapat 171 orang, Desa Oro-Oro Ombo terdapat 145 balita, lalu Kelurahan Sisir ada 140 balita. Kemudian Desa Sidomulyo terdapat 134 balita, dan Desa Sumber Brantas 94 orang.

Topik
kasus stuntingstunting kota batupemberian vitaminberita kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru