Maksimalkan Penanganan Stunting, Dinkes Kota Malang Terus Gencarkan Kursus Bagi Calon Pengantin

Nov 12, 2020 10:52
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sumarjono. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sumarjono. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Penanganan stunting nampaknya menjadi salah satu fokus utama bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Selain gencar memberikan edukasi kepada para ibu, yang juga disasar yakni calon ibu.

Dalam hal ini, khususnya memberikan kursus jadi ibu bagi catin (calon pengantin). Program ini sudah secara rutin diberikan yang bekerja sama dengan Kemenag. Setiap calon pengantin akan dibekali dengan informasi-informasi kesehatan yang harus dipersiapakan sebagai ibu hamil.

Baca Juga : Dinkes Kota Malang Gaet Seluruh OPD untuk Atasi Stunting

"Ada kursus jadi ibu (sebagai salah satu upaya mencegah stunting). Itu diberikan selama 4 hari. Jadi, catin-catin yang sudah terdaftar di Departemen Agama itu istilahnya disekolahi, dikuliahi untuk mempersiapkan menjadi seorang ibu," kata Sekretaris Dinkes Kota Malang, Sumarjono.

Beberapa materi bagi para catin yang diberikan, termasuk mengenai pemberian asupan makanan bergizi seimbang kepada bayi dan balita. Hingga memastikan setiap anak untuk selalu diimunisasi.

"Bagaimana memberi makanan anak yang baru lahir, balita terkait dengan menunya dan lain-lain. Kemudian juga imunisasi yang harus diberikan itu apa saja," jelasnya.

Termasuk juga, lanjut dia terkait penjadwalan untuk ke Posyandu yang harus rutin dilakukan untuk pemantauan tumbuh kembang anaknya. Dengan begitu, maka seorang anak akan mengalami stunting dapat dicegah.

Baca Juga : Tangkal Stunting dengan Zinc? Ibu Hamil Wajib Tahu

"Bagaimana dia juga harus rutin ke posyandu (untuk proses pemantauan tumbuh kembang bayinya). Karena pembelajaran itu saat dia (catin) menjadi ibu tidak ada, maka ini diprogramkan," pungkasnya. 

Topik
berita malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru