Dinkes Kota Malang Gaet Seluruh OPD untuk Atasi Stunting

Nov 11, 2020 17:44
Kasi Kesga (Kesehatan Keluarga) dan Gizi Dinkes Kota Malang dr Dyah Inarsih. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kasi Kesga (Kesehatan Keluarga) dan Gizi Dinkes Kota Malang dr Dyah Inarsih. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Persoalan pengentasan stunting di Kota Malang, rupanya  menjadi salah satu fokus utama bagi pemerintah daerah. Pasalnya, untuk benar-benar menekan angka stunting, masih perlu sinergitas semua elemen.

Dalam hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk turut serta terlibat dalam penanganan stunting.

Baca Juga : Tangkal Stunting dengan Zinc? Ibu Hamil Wajib Tahu

Kasi Kesga (Kesehatan Keluarga) dan Gizi Dinkes Kota Malang dr Dyah Inarsih menyatakan  berkaitan dengan hal tersebut, bidang kesehatan di luar penanganan stunting dan instansi di luar kesehatan turut dibekali edukasi mengenai penanganan stunting.

"Sehingga mereka nanti yang di lapangan dari Dinas Kesehatan bidang lain itu mereka tahu stunting itu apa, dibawa ke mana, dirujuk ke mana, diberi apa nanti. Sedangkan pada OPD lain bahwa stunting ini tidak hanya kesehatan. Masalahnya banyak. OPD lain juga harus terlibat nantinya," jelasnya di sela-sela kegiatan Pertemuan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Percepatan Pencegahan Stunting, Rabu (11/11/2020).

Dinkes-Kota-Malang-Gaet-Seluruh-OPD-untuk-Atasi-Stunting972f66bb1c1f6f98.jpg

Dalam pertemuan tersebut ada sekitar 55 peserta yang dihadirkan. Baik itu dari tenaga medis, bidan, dan perwakilan OPD di Kota Malang.

Nah, di sinilah nanti, menurut Dyah  akan terjalin sinergitas antara bidang kesehatan dan lainnya. Keterlibatan dari OPD lainnya untuk berbagai hal penanganan pencegahan stunting. Mulai dari pemantauan dalam pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri hingga proses penyebaran informasi mengenai penanganan stunting di Kota Malang.

"Misalnya gini, untuk pendidikannya dari OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Nah, remajanya yang disasar itu kan untuk tablet tambah darah itu kan anak-anak SMP-SMA. Lalu Diskominfo (Dinas Informasi dan Informatika), menyebarkan informasi tentang stunting ini gimana strateginya," jelasnya.

Baca Juga : Total 957 Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Sembuh, 207 Orang Berasal dari Singosari

Hal lainnya berkaitan dengan masalah infeksius yang juga akan melibatkan tim Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP). Misalnya dalam pembuatan IPAL Komunal.

"Lalu DPUPRPKP, karena stunting ini disebabkan adanya infeksi yang lama. Kenapa kok infeksi terus, karena rumahnya jadi satu. Cuci baju dan BAB masih menjadi satu, kan menyebabkan infeksi. Di sini keterlibatannya dalam pembangunan IPAL Komunal," terangnya.

Lebih lanjut, menurut Dyah, penanganan stunting juga turut melibatkan bidang lain seperti Kesehatan Lingkungan (Kesling). Sehingga, dari kolaborasi itu diharapkan bisa menekan angka Stunting di Kota Malang. "Nanti kita bekerja sama untuk menuju Korvergensi. Itu nanti bagaimana Kota Malang ini menurunkan angka stuntingnya," tandasnya.

Topik
pencegahan stuntingTekan angka stuntingKota MalangDiskominfoDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru