Tangkal Stunting dengan Zinc? Ibu Hamil Wajib Tahu

Nov 10, 2020 16:54
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: halodoc).
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: halodoc).

MALANGTIMES - Masa-masa kehamilan sangat rentan dilalui bagi ibu hamil. Sebab, jika asupan gizi seimbang tak diperhatikan bukan tidak mungkin akan menjadikan adanya gangguan bayi dan menjadikan pemicu Stunting.

Hal inilah yang terus menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Peran serta ibu dalam mengonsumsi makanan bergizi seimbang terus digalakkan untuk menghindari terjadinya Stunting pada bayi.

Baca Juga : Polowijen Lebih Dekat, Cara Puskesmas Polowijen Edukasi Kesehatan di Masyarakat

 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, Latifah Hanun mengatakan salah satu yang harus diperhatikan bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang itu, yakni dengan mengkonsumsi Zinc. Asupan Zinc ini dibutuhkan untuk mempertahankan tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

"Karena kalau ibu hamil kekurangan suplemen Zinc ini juga bisa mengakibatkan bayi lahir prematur. Juga bisa, setelah bayi lahir jadi kurang gizi, pertumbuhan dan perkembangannya tidak sesuai. Ini bisa jadi pemicu stunting," ujarnya.

Aturan untuk memgonsumsi Zinc , menurut Hanun, sudah bisa dimulai sejak menkai calon ibu atau awal mula seorang perempuan dinyatakan hamil. Serupa seperti zat besi, kandungan Zinc dapat diperoleh dari makanan yang kaya protein hewani. Seperti, udang, cumi, ataupun ikan laut. 

Selain didapat dari makanan, para ibu bisa mendapatkan dalam bentuk kemasan dengan mudah. Di antaranya, di apotek atau pun saat sedang kontrol kandungan di layanan kesehatan. Tentunya, untuk hal ini dosisnya sesuai dengan yang diresepkan oleh Bidan.

"Konsumsi Zinc itu tepat dikonsumsi selama kehamilan pokoknya begitu dinyatakan positif sebaiknya langsung konsumsi. Cuma dosisnya yang berbeda," jelasnya.

Lebih jauh, di Kota Malang sendiri menurut Hanun angka Stunting dinilai sudah menurun. Yakni di 14 persen atau sejumlah 7.000 anak. Namun, Dinkes Kota Malang terus berupaya untuk mencapai target zero stunting.

Baca Juga : Puskesmas Mulyorejo Batasi Kelas Ibu Hamil dan Ibu Balita di Masa Pandemi Covid-19

 

"Sebetulnya stunting itu ndak tinggi ya karena kita kurang lebih hanya sekitar 14 persen dari sasaran, atau sekitar 7.000 anak. Itupun terbagi menjadi tiga, kurus, kurus sekali dan memamg berpenyakit," ungkapnya.

Proses sosialisasi kepada ibu hamil juga terus digencarkan untuk menangkal stunting. Baru-baru ini misalnya, Dinkes Kota Malang mengajak peran serta bidan dari seluruh layanan kesehatan di Kota Malang dalam sosiasialisasi Peran Zinc pada Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting di Kota Malang.

Melalui sosialisasi ini, ke depan diharapkan para Bidan lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi kepada para ibu untuk rutin mengonsumsi Zinc sebagai salah satu pemenuhan asupan gizi seimbang.

"Paling tidak, bidan yang bekerja di rumah sakit, puskesmas dan bidan praktik swasta terus gencar untuk mengedukasi pemberian Zinc. Bahwa ini amat sangat diperlukan bagi ibu hamil," tandasnya.

Topik
Dinkes Kota Malangzinc

Berita Lainnya

Berita

Terbaru