Calon Bupati Malang, Sanusi dari paslon SanDi nomor urut 1 (pegang mickrofon) saat mendengarkan aspirasi masyarakat ketika berkampanye di Kecamatan Kalipare (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Calon Bupati Malang, Sanusi dari paslon SanDi nomor urut 1 (pegang mickrofon) saat mendengarkan aspirasi masyarakat ketika berkampanye di Kecamatan Kalipare (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) memastikan jika akhir tahun 2020 pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) baru di Kabupaten Malang bakal dibangun.

Pernyataan itu disampaikan langsung saat Calon Bupati Malang Sanusi, saat menanggapi aspirasi warga soal keberadaan pasokan air bersih.

Baca Juga : Memiliki Segudang Pengalaman, Tokoh Masyarakat di Dampit Berikan Dukungan ke Paslon Ladub 

 

”Aspirasi yang paling banyak disampaikan mereka (warga, red), adalah soal air bersih. Ini sudah kita lakukan, InsyaAllah tanggal 7 Desember (2020) nanti sudah dimulai pengerjaannya (pembangunan SPAM baru di (Kecamatan) Bantur),” tegas Sanusi.

Jika proyek SPAM yang dikoordinir oleh Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang ini selesai dibangun, maka sumber air yang berasal dari Sungai Lesti, di Kecamatan Bantur tersebut mampu memasok kebutuhan air di kawasan Malang Selatan. Termasuk di Kecamatan Kalipare.

”Kalau sudah selesai dikerjakan, semua rumah akan dapat air bersih. Jadi tidak perlu beli dari mobil tangki lagi, tinggal bayar sesuai meteran dari PDAM. Itu saya pastikan lebih murah, karena 1 meter kubik biaya pembayarannya hanya sekitar Rp 5 ribu,” ungkap Sanusi saat menanggapi keluhan warga Kecamatan Kalipare soal pasokan air bersih, Rabu (11/11/2020).

Jaminan lebih murah tersebut, diakui Sanusi, lantaran dirinya sudah pernah melakukan survei di beberapa kecamatan yang masuk zona kekeringan. Di mana, untuk 1 meter kubik warga biasanya diharuskan membeli air dari mobil tangki itu seharga Rp 60 ribuan.

”Tadi warga menyampaikan kalau beli 1 tangki yang isinya 1 meter kubik air itu dihargai Rp 60 ribu. Jadi akan segera kita bangun SPAM baru agar warga tidak perlu ribet beli lagi, karena PDAM (Perumda Tirta Kanjuruhan, red) akan memasok kebutuhan air bagi seluruh warga,“ tegas Sanusi.

Sekedar diketahui, gagasan pembangunan SPAM di Kecamatan Bantur itu sudah dicanangkan Sanusi jauh sebelum dirinya mengambil cuti karena tuntutan kampanye.

Baca Juga : Dongkrak PAD Kabupaten Malang, Paslon SanDi Bakal Optimalkan Pajak Daerah di Sektor Wisata 

 

Tidak butuh waktu lama, setelah sempat melakukan survei langsung ke Sungai Lesti pada pertengahan tahun 2020 silam, Sanusi memastikan jika tanggal 7 Desember 2020 SPAM tersebut dipastikan bakal dimulai dibangun.

Pembangunan SPAM di Sungai Lesti itu, dijelaskan Sanusi, dilakukan sebagai upaya untuk mengentaskan zona kekeringan di Kabupaten Malang. Jika selesai dibangun, maka beberapa wilayah di Malang Selatan yang rawan kekeringan mulai dari Kecamatan Bantur, Pagak, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, dan Kalipare, bakal teratasi.

”Untuk fasilitas pasokan air bersih kita upayakan bisa segera terealisasi. Sehingga beberapa tahun ke depan diupayakan sudah tidak ada lagi wilayah kekeringan di Kabupaten Malang,” pungkas Sanusi.