Jamin Kesehatan Siswa di Kabupaten Malang, Paslon SanDi Tawarkan Program Susu Pagi

Nov 09, 2020 21:28
Calon Wakil Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Didik Gatot Subroto (pegang mickrofon) saat menjelaskan program kesehatan Susu Pagi (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Calon Wakil Bupati Malang dari pasangan SanDi nomor urut 1, Didik Gatot Subroto (pegang mickrofon) saat menjelaskan program kesehatan Susu Pagi (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak hanya memberikan jaminan pendidikan gratis, kondisi kesehatan pelajar di Kabupaten Malang juga menjadi fokus utama pasangan SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto).

Kepada media berjejaring nasional ini, Wakil Bupati Malang nomor urut 1, Didik Gatot Subroto, menjelaskan jika program unggulan Malang Makmur di sektor kesehatan tersebut, salah satunya adalah gerakan minum Susu Pagi.

Baca Juga : Paslon SanDi Berkomitmen Fasilitasi Para Difabel Kabupaten Malang

”Ke depan kita ada program itu (Susu Pagi) agar bagaimana caranya para siswa ini bisa minum susu 1 minggu sekali. Yakni melalui gerakan minum susu tiap jumat pagi bagi anak sekolah,” ungkap Didik.

Guna merealisasi salah satu program unggulan tersebut, dijelaskan Didik, langkah pertama yang bakal diambil oleh paslon SanDi adalah memastikan bantuan ternak kepada para peternak, yang sempat dijalankan oleh pemerintah pada beberapa waktu lalu itu dipastikan dapat tepat sasaran.

”Harapan kami (paslon SanDi), penerima bantuan ternak itu harus disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga warga masyarakat yang bukan peternak, bukan dari lingkungan peternakan, jangan dipaksakan diberikan bantuan peternakan,” tegas Didik.

Lanjut, apabila bantuan ternak tersebut sudah dipastikan tepat sasaran, langkah kedua yang disiapkan paslon SanDi adalah memonitoring produksi antara sapi pedaging dan sapi perah.

Khusus di sektor sapi perah itulah, yang menurut Didik bakal dioptimalkan guna merealisasi program unggulan Malang Makmur disektor kesehatan, yakni Susu Pagi. ”Harapannya ini susunya tidak boleh dijual sepenuhnya dalam bentuk mentah, tapi bagaimana diubah menjadi olahan susu,” ungkap Didik.

Selain bisa memasok kebutuhan susu bagi pelajar, prodak susu perah tersebut juga bakal didorong agar bisa diolah menjadi beragam produksi susu. Seperti misalnya keju, yoghurt, hingga susu bubuk.

”Susu itu, yang siap saji juga bisa diolah menjadi yoghurt, bisa jadi keju atau bisa jadi susu bubuk. Kalau ini bisa dilakukan kan bagus,” sambung politisi yang juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang ini.

Baca Juga : Kampanye di Pakisaji, Cabup Malang Sanusi Kunjungi Lahan Pertanian Petani Millenial

Dengan begitu, lanjut Didik, prodak susu yang diolah menjadi beragam prodak susu siap saji tersebut, diklaim Didik juga mampu memdongkrak potensi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Kabupaten Malang.

Selain itu, jika UMKM berkembang pesat, maka angka penganguran di Kabupaten Malang juga dipastikan bakal berkurang secara drastis. ”Harapan kami kalau itu digerakkan untuk mendukung UMKM kita kan selesai, masyarakat akan ada pekerjaan,” ucap Didik.

Meski sudah gamblang menjelaskan, namun politisi yang akrab disapa Sam Didik ini masih akan terus melakukan evaluasi, agar sistem simbiosis mutualisme tersebut dapat realisasi.

”Jadi program ini (Susu Pagi) dilakukan secara berjenjang, hingga akhirnya mampu realisasi sampai dengan program minum susu untuk pelajar itu. Jika susunya nilainya akan lebih tinggi, maka warga masyarakat akan dapat keuntungan dan siswanya bisa menjadi sehat,” pungkasnya.

Topik
Pilkada Kabupaten MalangPaslon Sandi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru