Paslon SanDi Berkomitmen Fasilitasi Para Difabel Kabupaten Malang

Nov 08, 2020 20:05
Calon bupati Malang nomor urut satu HM. Sanusi saat bertemu masyarakat penyandang disabilitas di Kecamatan Pakisaji, Minggu (8/11/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 
Calon bupati Malang nomor urut satu HM. Sanusi saat bertemu masyarakat penyandang disabilitas di Kecamatan Pakisaji, Minggu (8/11/2020). (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Layaknya orang normal pada umumnya, masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus atau penyandang disabilitas (difabel) harus mendapatkan hak yang sama dalam semua aspek kehidupan. 

Hal itu juga yang akan diterapkan dalam masa kepemimpinan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang nomor urut satu HM. Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) jika diamanahi memimpin Kabupaten Malang untuk lima tahun mendatang. 

Sanusi mengatakan bahwa para difabel di Kabupaten Malang jangan dipandang sebelah mata hanya karena tidak memiliki kondisi tubuh yang normal seperti orang pada umumnya. Ada banyak potensi dan keahlian kaum difabel yang kadangkala juga tidak bisa dilakukan orang normal. 

"Saya kepingin difabel ini memiliki kecakapan dan keahlian, agar bisa bekerja sama seperti orang-orang normal lainnya," tegasnya saat berkampanye di wilayah Kecamatan Pakisaji, Minggu (8/11/2020). 

Pria asli Gondanglegi ini juga menjelaskan bahwa keahlian dan kreativitas  para difabel ini akan difasilitasi melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.  "Kalau dia sudah memiliki kecakapan, maka kami bantu untuk mencari perusahaan agar mereka bisa bekerja," ungkapnya. 

Selain itu, Sanusi  akan menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang untuk melakukan pendataan bagi para difabel yang ada di Kabupaten Malang. Hal ini dapat mengetahui perkembangan jumlah, potensi, dan pekerjaan apa yang sedang digeluti  para difabel. 

"Kami data semua, kamk petakan. Nanti kalau sudah didata, akan diketahui apa potensinya. Sehingga, potensi yang mereka (para difabel, red) miliki bisa kami kembangkan. Bisa bekerja di perusahaan-perusahaan," jelasnya. 

Setelah melalui proses penggalian potensi dan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, akan diketahui perkembangan yang sedang dilakukan masyarakat difabel. 

Menurut Sanusi,  jika nantinya terdapat masyarakat difabel yang sebelumnya telah memiliki usaha maupun keterampilan apa pun yang perlu dikembangkan, tetapi kekurangan pendanaan, Pemkab Malang siap membantu. 

"Dari pendataan itu, yang mempunyai kreativitas jika membutuhkan apa pun, kami akan bantu. Bantu peralatan bisa, permodalan juga bisa," ujar politisi PDI Perjuangan ini. 

Hal itu semua telah terangkum dalam program kerja yang merupakan turunan dari visi dan misi Malang Makmur yang dibawa oleh paslon SanDi untuk bertarung dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

Jila Sanusi  bersama Didik Gatot Subroto diamanahi sebagai pemimpin di Kabupaten Malang, seluruh program kerja yang telah disusun dan dikampanyekan kepada masyarakat akan direalisasikan dalam lima tahun mendatang secara bertahap.

Topik
Calon Bupati MalangDifabel Kabupaten MalangPaslon Sandi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru