Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menerbangkan layang-layang di lapangan Sendratari, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Minggu (8/11/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menerbangkan layang-layang di lapangan Sendratari, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Minggu (8/11/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Untuk pertama kalinya Lomba Layang-Layang Hias digelar di lapangan Sendratari, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (8/11/2020). Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengapresiasi penyelenggaraan lomba layang-layang ini. 

Dewanti pun terlihat senang saat menerbangkan layangan-layang ukuran besar pada perlombaan ini. “Layang-layang memang dari kecil main, kalau dulu gelar sendiri untuk pertandingan. Tapi kalau mencoba menerbangkan yang besar baru pertama kalinya,” ucap Dewanti seusai menerbangkan layang-layang. 

Baca Juga : Sapi Lebihi Jumlah Warga, Wisata Edukasi Susu Sapi Perah Di-launching di Brau

Saat menerbanhkan layangan itu, Dewanti sangat menikmatinya meskipun cuaca cukup terik tetapi anginnya kencang namun tetap santai. Sehingga layang-layang yang berada di langit itu terlihat stabil. 

Bahkan istri Eddy Rumpoko ini sempat menjajal beberapa layang-layang besar milik para peserta lomba tersebut. Dewanti pun berbagi pengalamannya untuk pertama kali menerbangkan layangan besar. 

“Anginnya bagus siang ini, setiap layang-layang ini punya sensasi yang beda-beda. Tapi kalau melayangkan layangan ini memang harus pakai sarung tangan, khususnya untuk yang pemula,” ungkap politisi PDIP ini.

Dari layang-layang itu menggunakan jenis tali yang yang berbeda-beda agar tetap kuat saat di langit. Ada yang senar, tali, dan sebagainya. Sehingga dibutuhkan sarung tangan untuk agar tangan tidak lecet.

“Jenisnya beda-beda tali dan senar. Jadi kalau gak pake sarung tangan mengelupas atau lecet. Sebaiknya untuk pemula seperti saya lebih baik pakai sarung tangan,” imbuhnya.

Baca Juga : Pasangan Mahasiswa UB Terpilih Jadi Kangmas Nimas 2020 Kota Batu

Dengan digelarnya perlombaan layang-layang di Kota Batu menjadi hal yang menarik baginya. Karena Kota Batu memiliki angin yang cocok untuk perlombaan seperti ini. “Ke depan agar supaya bisa digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Batu setiap tahun. Apalagi antusias penghobi layangan tinggi,” tambah mantan dosen tersebut.

Sedangkan event ini digelar dalam memperingati Hati Ulang Tahun Kota Batu ke-19 yang diikuti kurang lebih 100 peserta. Dengan peserta terjauh dari Bali, Yogyakarta, Jawa Timur, dan sekitarnya.