Penutupan Jalan Basuki Rahmat Belum Dilakukan, Dishub Tunggu Pelaksana Buat 5 U-Turn

Nov 04, 2020 17:59
Petugas pelaksana saat membongkar median jalan untuk dijadikan u-turn di Jalan Semeru. (Dishub_mlgkota)
Petugas pelaksana saat membongkar median jalan untuk dijadikan u-turn di Jalan Semeru. (Dishub_mlgkota)

MALANGTIMES - Jalan Basuki Rahmat tidak jadi ditutup pada 2 November 2020 lalu. Bahkan,  hingga kini penutupan belum kunjung dilakukan. Namun, sejumlah persiapan seperti pemasangan papan peringatan dan petunjuk jalan alternatif telah dilakukan.

Mengenai belum ditutupnya Jalan Basuki Rahmad, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Handi Priyanto menjelaskan, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek. Sebab, saat ini pihak pelaksana proyek masih belum menyiapkan u-turn atau lokasi putar kendaraan.

Baca Juga : Mulai Dibangun, Kawasan Kayutangan Heritage Bakal Maksimalkan Potensi Lokal

"U-turn untuk akses warga dan pelaku usaha di sekitar Jalan Basuki Rahmat belum dibuat oleh pelaksana proyek. Makanya jalan belum ditutup," ujarnya (4/11/2020).

Pembuatan u-turn nantinya akan memanfaatkan median jalan yang akan dijebol. U-turn yang akan dibuat direncanakan ada lima. Tiga u-turn berada di  ititik Jalan Semeru, Jalan Basuki Rahmad sisi selatan, dan Jalan Kahuripan.

Sedangkan dua u-turn berada di kawasan PLN Kayutangan, yakni di sisi Jalan BS Riyadi dan Jalan JA Suprapto.

 Namun sejauh ini, di lapangan masih terpantau satu median yang telah dibongkar untuk u-turn, yakni di Jalan Semeru. "Mulai siang kemarin sudah ada median yang dibongkar oleh pelaksana. Kalau perempatan Rajabali dan pertigaan PLN ditutup tanpa ada akses jalan, pasti tidak mungkin dilakukan karena di wilayah tersebut banyak kantor, hotel, pertokoan, dan pemukiman warga," papar Handi.

Dishub juga menyarankan kepada pihak pelaksana proyek agar penutupan jalan bisa dilakukan secara separo-separo. Artinya, penutupan tak dilakukan pada semua jalur. Penutupan hanya dilakukan pada sisi proyek yang tengah dikerjakan. Sedangkan di sisi proyek yang belum dikerjakan akan dibuka untuk jalur lintasan.

Baca Juga : Masih Banyak Warga Diteror Rentenir, Dewan Minta Pemkot Malang Seriusi Programnya

"Namun hal itu masih sebatas rencana dan rencana itu masih akan dirapatkan oleh pelaksana proyek bersama dengan Satker Kementerian PUPR RI wilayah Jawa Timur," ucap Handi.

Sebelumnya, rencana penutupan beberapa ruas jalan di Kota Malang  dilakukan lantaran adanya pembangunan kawasan Malang Heritage Zona I (depan PLN) dan Zona II (simpang Rajabali). Pembangunan ini akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita MalangDishub Kota MalangKepala Dishub Kota Malang Handi PriyantoPLNKementerian PUPR RI

Berita Lainnya

Berita

Terbaru