Mulai Dibangun, Kawasan Kayutangan Heritage Bakal Maksimalkan Potensi Lokal

Nov 03, 2020 14:36
Potret area yang bakal dijadikan kawasan Kayutangan Heritage. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Potret area yang bakal dijadikan kawasan Kayutangan Heritage. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Salah satu mega proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Kayutangan Heritage, tengah berproses dalam pembangunannya. Kawasan tersebut memang bakal dijadikan wisata alternatif heritage yang kiranya bakal menjadi salah satu ikon kota berjuluk pendidikan ini.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, dengan pembangunan kawasan di sepanjang Jl Basuki Rahmat itu, maka akan menjadi salah satu upaya memaksimalkan potensi lokal. 

Baca Juga : Bapenda Kota Malang Target Tahun 2021 Seluruh WP Manfaatkan Program e-Tax

Apalagi, di wilayah tersebut juga terus dilakukan penataan di area Kampung Heritage untuk menjadi area wisata yang bisa memanjakan wisatawan.

"Kami memaksimalkan potensi masyarakat sekitar. Sehingga wisatawan, misalnya, ingin membeli makanan itu harus masuk ke kawasan kampung. Kami tidak mau masyarakat lokal seolah menjadi tamu," jelasnya.

Untuk pembangunannya sendiri, kawasan ini terbagi dalam tiga zona. Zona pertam,  merupakan area pertigaan depan PLN hingga BCA. Kemudian zona kedua merupakan area perempatan Rajabally. Lalu dilanjutkan zona ketiga hingga area bundaran patung Chairil Anwar.

Selanjutnya, di sepanjang sisi jalan Basuki Rahmat tersebut nantinya juga akan dijadikan koridor khusus untuk bisa menikmati kawasan Heritage.

"Kalau di daerah-daerah lain punya koridor, tapi masyarakatnya seakan-akan tamu. Kalau di sini nanti semua untuk masyarakat. Kita hidupkan itu," tegasnya.

Lebih jauh, Sutiaji menilai pembangunan kawasan Kayutangan Heritage ini akan lebih menguntungkan warga lokal yang tinggal di wilayah tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk memaksimalkan pengelolaan kawasan Heritage semakin bagus.

Baca Juga : Manfaatkan Momentum Pandemi Covid-19, Pemkot Malang Tata Kawasan Kumuh Jadi Sadar Kebersihan

Sehingga, akan lebih banyak menarik wisatawan untuk datang dan menyusuri semua kawasan area tersebut. 

"Jadi nanti makanan-makanan tradisional itu juga masuk (ke area perkampungan). Ingin pecel, menjes itu ada. Mendol itu juga, jadi di dalamnya. Sehingga tidak akan terpisah," tandasnya.

Seperti diketahui, saat ini pembangunan koridor tahap awal kawasan Kayutangan Heritage telah dimulai sejak 2 November 2020. Proses pembangunan ini diprediksi akan berlangsung hingga 20 Desember 2020 mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru