Masyarakat dan tim pengmas prodi HI FISIP UB sedang melakukan penataan konsep ecotourism di pinggir sungai. (Foto: Tim Pengmas Prodi HI FISIP UB) 
Masyarakat dan tim pengmas prodi HI FISIP UB sedang melakukan penataan konsep ecotourism di pinggir sungai. (Foto: Tim Pengmas Prodi HI FISIP UB) 

MALANGTIMES - Konsep urban farming tidak hanya bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga dan lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan pertanian urban bisa diubah menjadi destinasi wisata. 

Seperti yang tengah menjadi perhatian Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Studi (prodi) Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB). Tim yang diketuai oleh Lia Nihlah Najwah melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang ada di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Rumah PKD Kota Malang Olah Sampah hingga 3 Gerobak Setiap Hari

Lia mengatakan bahwa dirinya bersama tim Pengmas HI FISIP UB melakukan pendampingan masyarakat di Dusun Krajan, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang untuk membentuk konsep ecotourism. Salah satu caranya dengan melakukan urban farming. 

"Dusun Krajan, Pakis Kembar sendiri telah banyak melakukan kegiatan urban farming yang dilakukan ibu-ibu di pekarangan masing-masing yang sekaligus menjadi modal dasar bagi tim untuk membentuk ecotourism," ujar dosen HI UB ini. 

Lia menjelaskan bahwa pihaknya juga melihat peluang untuk Dusun Krajan, Desa Pakis Kembar dalam menerapkan konsep desa dengan lingkungan bersih, bebas banjir, serta tercukupi pemenuhan pangan keluarga yang berasal dari urban farming dengan membentuk desa binaan ecotourism.

Pengmas-HI-FISIP-UB---2b442a0707175b0b6.jpg

"Kami menargetkan kaum ibu sebagai sasaran sosialisasi program ini, dengan pertimbangan waktu yang dimiliki ibu-ibu lebih banyak dibandingkan bapak-bapak," ungkapnya.

Selain itu, menurut Lia bahwa kaum ibu-ibu notabene memiliki sebuah wadah yakni Penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang membantu meningkatkan keahlian dan pemberdayaan ibu-ibu dalam berperan di perekonomian keluarga.

Disampaikan Lia bahwa pendampingan terhadap masyarakat Dusun Krajan, Desa Pakis Kembar ini tidak dilakukan sendiri oleh Tim Pengmas prodi HI FISIP UB, akan tetapi menjalin kerja sama dalam pelaksanaannya dengan menggandeng Kampung Tirta Sejahtera dan Komunitas BUANGDISINI.ID.

"Adapun kegiatan yang dilakukan pertama kali oleh tim yaitu melakukan survei lokasi dan analisis sosial dan lingkungan sepanjang aliran sungai pada 1 Juli 2020," ujarnya.

Kegiatan awal ini juga sekaligus merupakan koordinasi dengan beberapa pengurus inti Kampung Tirta Sejahtera. Misalnya, untuk membicarakan gagasan pengelolaan wisata sepanjang aliran sungai yang sebelumnya telah tercetus dan direncanakan oleh anggota Kampung Tirta Sejahtera.

Dalam kegiatan ini pula, Tim Pengmas prodi HI FISIP UB akan memberikan rekomendasi terkait penataan aliran sungai sebagai tempat wisata yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Baca Juga : Pesan DLH Kota Malang: Jangan Buang Sampah Sore atau Malam

"Tim Pengmas Prodi HI FISIP UB juga memetakan persoalan lingkungan dan membagi zona pengembangan objek wisata menjadi lima zona yang bertujuan untuk mempermudah penataan," jelasnya.

Selanjutnya, tim melaksanakan FGD (Focus Group Discussion) bersama masyarakat, aparatur desa serta jajaran pengurus Kampung Tirta Sejahtera untuk pembentukan konsep ecotourism di Dusun Krajan, Desa Pakis Kembar.

"Dikarenakan pandemi, tim mengadakan FGD sebanyak tiga kali. FGD pertama bersama tim inti Kampung Tirta Sejahtera pada tanggal 8 Juli 2020. FGD kedua bersama tim inti dan perwakilan program sanitasi IUWASS dari USAID pada tanggal 12 Juli 2020 dan FGD ketiga beserta sosialisasi dengan tokoh masyarakat pada 22 Juli 2020," jelasnya.

Dari FGD tersebut akhirnya dilakukan kerja bakti Tim Pengmas prodi HI FISIP UB bersama masyarakat sekitar untuk mewujudkan objek wisata pinggir kali pada tanggal 19 Juli 2020. Serta juga dilakukan penyerahan bantuan fasilitas urban farming untuk menunjang pengembangan objek wisata. 

Pengmas-HI-FISIP-UB---10fcd55aca4c3a654.jpg

"Kegiatan berikutnya yakni launching ekowisata yang dihadiri oleh Camat Pakis dan Kepala Desa Pakis Kembar pada 26 Juli 2020. Kegiatan launching juga disertai dengan pelepasan bibit ikan sumbangan dari tim pengabdian sebanyak 10.000 ekor," bebernya.

Tidak berhenti di situ, Tim melakukan survei lanjutan di pinggir sungai yang akan dijadikan sebagai objek pembentukan ecotourism. Juga dilakukan kembali sosialisasi kepada ibu-ibu PKK sebanyak dua kali yakni pada tanggal 2 Agustus 2020 dengan membicarakan pengelolaan sampah mandiri, pemilahan sampah dan sosialisasi pengelolaan. Setelah itu dilakukan FGD pada tanggal 12 Agustus 2020 yang membahas pembentukan bank sampah di Desa Pakis Kembar.

"Pembentukan bank sampah desa Pakis Kembar sendiri dilaksanakan pada 12 Oktober 2020 bersama dengan kader lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang. Selanjutnya tim melakukan evaluasi penataan objek wisata dan pembentukan bank sampah," pungkasnya.