Paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) nomor urut 1 (berdiri) saat menjabarkan program unggulan disektor pendidikan yang mereka usung dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang (Foto : Tubagus Achmad / MalangTIMES)
Paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) nomor urut 1 (berdiri) saat menjabarkan program unggulan disektor pendidikan yang mereka usung dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang (Foto : Tubagus Achmad / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sektor pendidikan di Kabupaten Malang tak luput dari dampak pandemi Covid-19. Karena itu, Pasangan Calon (paslon) nomor urut 1, SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) memberikan perhatian besar pada pendidikan. SanDi bakal fokus melakukan pelatihan guna mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul. Terutama untuk para guru pengajar SD (Sekolah Dasar) hingga SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang ada di Kabupaten Malang.

Dijelaskan Calon Bupati Malang, Sanusi, pelatihan yang diterapkan kepada para guru tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengajar yang kurang memadai saat mempraktikkan pendidikan daring lantaran adanya pandemi Covid-19.

Baca Juga : Waktu Debat 2 Jam, Sam HC Sebut Debat Perdana Seperti Cerdas Cermat

”Pertama untuk mengatasi SDM guru yang tidak memadai, maka langkah pertama semua guru yang kita petakan (tidak memahami pendidikan daring, red) harus mendapatkan diklat dan pembinaan tentang teknologi sistem daring,” tegas Sanusi saat menjawab pertanyaan dalam sesi debat publik perdana, Jumat (30/10/2020) malam.

Sektor kedua yang akan dioptimalkan untuk memaksimalkan pendidikan secara daring, dijelaskan Sanusi, adalah penyediaan fasilitas internet di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Malang. ”Kedua, untuk pemerataan internet yang merata akan kami (paslon SanDi, red) berikan koneksi internet gratis di setiap perkampungan di Kabupaten Malang,” ucap Sanusi.

Tidak tangung-tangung, untuk mewujudkan kedua program dan gagasan ke depan di sektor pendidikan, Sanusi memastikan akan mengalokasikan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malang sebanyak 20 persen.

”Tentang kekurangan anggaran yang disampaikan tadi, sebenarnya sudah kita anggarkan. Namun karena covid-19 (akhirnya mengalami kendala, red). Tapi ke depan kita anggarkan, karena pendidikan berkewajiban untuk mendapatkan anggaran 20 persen dari APBD,” ujar Sanusi.

Di saat bersamaan, Wakil Bupati Malang dari Paslon SanDi, Didik Gatot Subroto mengaku jika mayoritas yang disampaikan oleh Sanusi tersebut, sudah terealisasi saat yang bersangkutan belum cuti sebagai Bupati Malang.

Kepastian itu disampaikan Didik, lantaran dirinya memang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang, sebelum akhirnya mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Malang.

Baca Juga : Ini Sembilan Akademisi Perumus Materi Debat Pilkada Kabupaten Malang 2020

”Beberapa hal yang disampaikan Calon Bupati Malang tadi (Sanusi) sudah kita laksanakan, dan sudah bisa kita ketahui di lapangan. Bahwa mulai dari bagaimana penyediaan teknologi, bagaimana penyediaan internet secara keseluruhan, sudah dipastikan siap untuk dilaksanakan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sampai dengan berita ini ditulis ketiga kandidat yang menjalani debat publik perdana, secara bergantian keluar dari ruang debat yang dilangsungkan di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang.

Terdengar, yel-yel serta jargon Malang Makmur begitu nyaring dilontarkan para pendukung SanDi, sesaat setelah mengetahui Sanusi beserta Didik Gatot Subroto mengakhiri sesi debat perdana pada Jumat (30/10/2020) malam. ”Numpak sepur medun Pakisaji, sinten pingin makmur coblos nomor siji,” begitulah teriak para simpatisan SanDi.