Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang  Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Sembilan nama akademisi dari beberapa kampus ternama di Malang sudah ditunjuk menjadi tim perumus materi debat publik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang. 

Mayoritas  tim perumus itu bergelar doktor dan dinilai mumpuni dalam memberikan materi pertanyaan kepada ketiga paslon yang bakal adu gagasan dalam debat publik perdana nanti malam, Jumat (30/10/2020). 

Pertama ada nama dr Putu Moda Arsana SpPD KEMD FINASIM. Dia merupakan ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) periode 2020-2025. Putu juga menjabat sebagai ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Penyakit Dalam Fakuktas Kedokteran Universitas Brawijaya. Selain itu, dia menjabat sebagai ketua Komite Etik dan Hukum RSUD Saiful Anwar Malang. 

Kedua ada nama Dr Nur Subeki ST MT. Dia wakil rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Nur Subeki juga memiliki pengalaman menjabat sebagai sekretaris PT. GER (Global Eco Rescue) Jawa Timur tahun 2008-2010. Dia juga merupakan ketua bidang energy CEERD (Center of Energy, Environment and Regional Development) tahun 2007-2009. 

Ketiga terdapat nama Dr rer Pol Romy Hermawan SSos MAP. Dia tercatat sebagai dosen dan koordinator pengabdian masyarakat serta direktur Kaji Kinerja dan Strategi Sektor Publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya. Selain itu, Romy menjabat direktur hukum dan SDM, Badan Usaha Kesehatan Universitas Brawijaya. Dirinya juga terlibat sebagai research assistance University of Postdam. 

Keempat ada nama Muhammad Kholid Mawardi SSos MAB PhD yang merupakan dosen FIA dan peneliti pada Research Group on SME Development Universitas Brawijaya. Selain itu, dia menjabat sebagai direktur Kerja Sama, Pengembangan dan Pemasaran Badan Usaha Non-Akademik (BUNA) Universitas Brawijaya. 

Kelima ada nama Dr Nurul Badriyah. Dia dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta ketua Gugus Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat-PUSTU LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Brawijaya. Selain itu, Nurul merupakan pengurus ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) Malang Raya. 

Keenam ada nama Pradana Boy ZTF MA PhD. Dia merupakan dosen dan asisten rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pradana juga merupakan anggota konsorsium penelitian Globalization, Radicalization and Secularization, European University Institute, Italia and Uni Eropa. 

Ketujuh terdapat nama Asmawatie Rosyidah SH MPd. Dia merupakan widyaiswara Balai Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Keagamaan Jawa Timur. 

Kedelapan dan kesembilan merupakan nama-nama akademisi dari Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang. Yakni terdapat nama Dr Muhammad Adib MAg yang merupakan rektor IAI Al-Qolam dan Muhammad Hasbullah Huda MAg sebagai ketua Prodi Ahwalus Syakhsiyah IAI Al-Qolam. 

Kesembilan nama tim perumus materi debat publik itudisampaikan oleh Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika. Menurut dia, nama-nama itu telah melalui proses seleksi. 

"Kami telah melakukan seleksi dan hasilnya kompeten semua. Saya yakin panelis mampu memberikan pertanyaan yang berkelas," ujar pria berkacamata ini. 

Selain itu, untuk menjaga komitmen integritas dari kesembilan tim perumus materi debat publik, Dika -sapaan akrabnya- mengatakan sembilan orang itu telah menandatangani pakta integritas.  "Untuk integritas, sudah kami pastikan juga karena sudah menandatangani pakta integritas. Secara keseluruhan mereka ada dari unsur akademisi, profesional, praktisi," ujarnya. 

KPU meyakini bahwa disertakannya kalangan akademisi, profesional, maupun praktisi untuk terlibat dalam penyusunan materi debat publik akan menyuguhkan debat publik berkualitas. Debat perdana nanti mengusung tema 'Kesejahteraan Rakyat' yang diikuti ketiga paslon.