(dari kiri) Mantan Rektor UIN Malang (2013-2017) Prof Dr H Mudjia Raharjo MSi berfoto bersama Rektor UIN Malang saat ini Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
(dari kiri) Mantan Rektor UIN Malang (2013-2017) Prof Dr H Mudjia Raharjo MSi berfoto bersama Rektor UIN Malang saat ini Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang beserta gedung iconic berlafaz Bismillah di Tlekung, Kota Batu tidak semata-mata berdiri begitu saja. Akan tetapi, sebelumnya telah melalui proses yang panjang dan berliku.

"Jadi kita itu membuat perencanaan selama 30 tahun," ujar Mantan Rektor UIN Malang (2013-2017) Prof Dr H Mudjia Raharjo MSi saat ditanya terkait lahirnya FKIK.

Baca Juga : Rektor UIN Malang Ingin Perpustakaan Kampus seperti di Baghdad saat Zaman Kejayaan Islam

FKIK lahir pada saat kepemimpinannya di tahun 2015. Cita-cita besar pendirian Fakultas Kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan sendiri telah tergambar pada Pohon Ilmu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dicetuskan oleh para pendiri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kepada MalangTIMES Mudjia menyampaikan bahwa dengan berhasilnya status universitas diraih, UIN Malang mempunyai otoritas untuk mengembangkan ilmu apapun.

"Universitas belum sempurna ketika belum memiliki ilmu kedokteran karena kedokteran itu dianggap ilmu kulminasi dari seluruh ilmu pengetahuan," ucapnya.

Selain itu, Mudjia ingin melahirkan dokter-dokter muslim yang mengembangkan dan menggunakan ilmu kedokteran berbasis moral. Contohnya dokter yang tidak melayani aborsi.

Selanjutnya, tentu untuk mengimplementasikan integrasi sains dan Islam yang dikembangkan di kampus berlogo Ulul Albab ini.

"Maka lahirlah dokter yang pada saat yang sama dia juga ahli Al-Qur'an," timpalnya.

FKIK sendiri saat ini sudah meluluskan angkatan pertamanya. Dan diungkapkan oleh Mudjia, banyak di antara mereka adalah hafiz.

Baca Juga : Sikap SMA-SMK di Kota Malang Antisipasi Pelajar Ikut Demo UU Cipta Kerja

UIN Malang mempunyai cita-cita besar menjadi perguruan tinggi yang tidak saja melahirkan sosok-sosok besar seperti Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusyd, tetapi juga sosok seperti seperti Ibnu Sina dan Ibnu Majah.

Cita-cita Mudjia, begitu juga dengan para pimpinan terdahulu serta Rektor UIN Malang saat ini Prof Dr Abdul Haris MAg memang sama, ingin melahirkan Ibnu Sina-Ibnu Sina baru dari kampus ini. Ibnu Sina atau Avicenna adalah seorang legenda dan ilmuwan berpengaruh abad pertengahan masa kejayaan Islam.

"Itulah sebenarnya cita-cita saya, saya sampaikan kepada Pak Menteri pada saat itu saya ingin melahirkan Ibnu Sina-Ibnu Sina baru dari kampus ini," ungkapnya.

Mudjia menambahkan, FKIK saat ini sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tinggal PR besar yakni membangun rumah sakit sendiri. Ia pun berharap FKIK nantinya menambah keilmuan lain.

"Harapan saya FKIK semakin besar, nanti ada kedokteran gigi, kedokteran yang lain, ilmu-ilmu kesehatan yang lain, terus punya rumah sakit bisa melayani masyarakat secara luas," pungkasnya.