Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang menjalani visitasi reakreditasi, Rabu (28/10/2020). Selain visitasi online, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg beserta jajarannya juga melaksanakan kegiatan rutin, yaitu khotmil Al-Quran, Istighotsah, dan saalawat nabi.

Dalam sambutannya, rektor berharap visitasi reakreditasi tersebut dapat memperoleh hasil yang terbaik. Ia ingin perpustakaan ini menjadi rujukan bagi perpustakaan-perpustakaan yang lain dan pusat jurnal.

Baca Juga : Sikap SMA-SMK di Kota Malang Antisipasi Pelajar Ikut Demo UU Cipta Kerja

"Saya kira gedung yang begitu luas ini harus dimanfaatkan lebih dari hanya untuk kepentingan perpustakaan," kata Haris.

Dia berharap melalui revolusi kampus di Dies Maulidiyah Ke-59 ini, nantinya layanan dan sarana prasarana perpustakaan bisa ditingkatkan kembali lebih dari apa yang sekadar dilakukan perpustakaan-perpustakaan lain.

Haris menginginkan, di perpustakaan UIN Malang nantinya ada tempat-tempat di mana orang bisa menginap di sana seperti halnya perpustakaan di Baghdad, Iraq, pada zaman kejayaan Islam. Sehingga, perpustakaan ini menjadi pusat proses pembelajaran dan tempat orang menginap untuk mencari ilmu dengan sungguh-sungguh.

"Nanti akan saya evaluasi apakah mungkin misalnya di perpustakaan ini diberi tempat-tempat yang barangkali orang bisa mengakses dan menginap di sini seperti perpustakaan di Baghdad zaman kejayaan Islam dulu," ucapnya.

Bahkan, kata Haris, perpustakaan UIN Malang perlu belajar dari perguruan tinggi yang lebih baik dan lebih bagus dalam pengelolaan perpustakaan  di mana pun.

Hari itu kebetulan juga bertepatan dengan ulang tahun Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). FITK merupakan cikal bakal dari UIN Mliki Malang. "Maka tidak boleh kita lupakan dan hari ini menjadi amat sangat penting karena tarbiyah itu menghasilkan para alumni yang luar biasa," sambung Haris.

Beberapa alumni hebat itu di antaranya Masduqi Mahfudz, Achmad Mudlor, Malik Fadjar, Muhadjir Effendy.  Selanjutnya rektor berharap para alumni nanti juga bisa mengikuti jejak mereka, bahkan bisa menjadi lebih bermanfaat lagi untuk kemaslahatan umat.

Baca Juga : Prof Imam Suprayogo Sampaikan Pidato Terakhir Penuh Haru di Dies Maulidiyah UIN Malang

"Jadi, mungkin nanti ke depan para alumni kita harapkan betul-betul punya peran penting untuk kemaslahatan. Bukan untuk apa-apa, bukan untuk mencari kekuasaan, untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya, tetapi untuk kemasyarakatan, umat, bangsa, dan lain sebagainya," ucapnya.

Pada Dies Maulidiyah Ke-59, UIN Malang mengambil tema "Revolusi UIN Maliki menuju Smart Islamic University".  Haris mengingatkan agar sivitas tidak kaget jika setelah ini akan ada perubahan-perubahan yang sangat signifikan. Ia meminta warga UIN harus menyadari hal itu itu dan harus beradaptasi.

"Tidak boleh ada yang ketinggalan karena perubahan-perubahan ini mungkin berbeda sama sekali dengan apa yang selama ini kita alami. Oleh karena itu, kami harapkan semuanya siap untuk mengikuti dan mengadaptasi perubahan-perubahan ini," tandasnya.