(dari kiri) Prof Imam Suprayogo saat menerima pemberian puisi dari Rektor UIN Malang Prof Haris. (Foto: Ima/MalangTIMES)
(dari kiri) Prof Imam Suprayogo saat menerima pemberian puisi dari Rektor UIN Malang Prof Haris. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mantan rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) empat periode (1997-2013) Prof Dr H Imam Suprayogo sebentar lagi akan memasuki masa pensiunnya. Untuk menghormati Prof Imam, Rektor UIN Malang saat ini Prof Dr Abdul Haris MAg memberikan kesempatan khusus kepada Prof Imam untuk menyampaikan pidato ilmiah dalam penutupan Dies Maulidiyah ke-59.

Bertempat di Auditorium Gedung Rektorat lantai 5, pidato Prof Imam penuh dengan ungkapan haru. Ia pun berterima kasih kepada Prof Haris telah memberikan kesempatan untuknya berpidato. "Jadi pidato saya ini yang terakhir karena saya Januari nanti akan memasuki masa pensiun," ucapnya.

Sebelumnya, ia sempat membaca buku Menangkap Suara Hati Sang Guru yang ditulis oleh Atho'Illah khusus mengenai dia. Ia juga membaca Memorar Nahkoda Perguruan Tinggi Sejarah, Aksi, dan Tantangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Baca Juga : Refleksi 59 Tahun UIN Malang, Rektor Beri Penghargaan ke Para Pemimpin Terdahulu

"Membaca dua buku ini saya menjadi terharu. Istri saya diikutkan dituliskan di sini (buku Memoar) dan diberi porsi yang banyak sampai 8 halaman. Saya membaca yang Memoar lalu kemudian saya meneruskan Menangkap Suara Hati Sang Guru, saya lebih terharu lagi," ungkapnya.

Dalam buku tersebut juga terdapat puisi karya Prof Haris untuk Prof Imam. Prof Imam juga merasa terharu membaca puisi itu. "Ternyata puisi Pak Rektor tentang saya itu bagus sekali. Saya lalu menjadi terharu, oh begitu pandangan Pak Rektor kepada saya, bagus," ungkapnya.

Ia pun percaya Prof Haris menulis puisi itu dari hati. Sebab, kata dia, puisi dibuat melalui hati, bukan pikiran. Sementara suara hati sudah pasti tidak pernah bohong. "Makanya puisi ini adalah suara hati Pak Rektor yang saya menjadi terharu, menjadi terenyuh, ternyata begitu bagus suara hati Pak Rektor itu," tuturnya.

Tema dari Dies Maulidiyah UIN Malang ke-59 ini adalah Revolusi UIN Maliki menuju Smart Islamic University. Dikatakan Prof Imam, tema ini sangat tepat. Ia menuturkan, UIN Malang memasuki fase yang lebih substantif, yakni meningkatkan akhlak.

Baca Juga : Rektor UIN Malang Minta Pemuda Tak Salah Paham Terhadap Politik

Ditemui usai acara, kepada media ini Prof Haris mengungkapkan bahwa Prof Imam bukan hanya guru baginya namun juga seorang yang revolusioner. "Beliau dulu pernah menjadi rektor dan mengadakan perubahan-perubahan yang signifikan dan revolusioner, dari STAIN menjadi universitas," katanya.

"Itu tidak lazim biasanya. Hanya UIN Malang yang bisa merubah dari STAIN ke universitas. Jadi Beliau sangat berjasa dalam konteks untuk mengembangkan UIN Maulana Malik Ibrahim," pungkasnya kemudian.