Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW memang menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu umat muslim setiap tahunnya. Berbagai tradisi biasanya dilakukan untuk mengingat perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam mengajarkan Islam. Salah satunya adalah menggelar shalawat bersama dengan jumlah jamaah yang cukup banyak.

Namun selama pandemi covid-19 ini, Wali Kota Malang Sutiaji mengimbau agar masyarakat melakukan tradisi di rumah masing-masing. Hal itu untuk mengurangi kemungkinan berkerumun dalam jumlah besar. Mengingat saat ini protokol kesehatan memang harus terus dijaga.

Baca Juga : Pastikan Prokes Dijalankan, Dishub Pantau Kesiapan Stasiun Malang Jelang Libur Panjang

"Saya minta semua bisa mengukur diri sendiri-sendiri. Kalau kumpulkan banyak orang kami tidak izinkan," katanya.

Dia berharap, masyarakat muslim untuk bisa memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW itu dengan khidmat di rumah. Melakukan pengajian dengan keluarga terdekat ataupun menggelar pengajian secara virtual. Terlebih memang sudah ada kecanggihan teknologi yang cukup mendukung.

"Ibadah dan bershalawat harus terus dilakukan karena itu adalah ajaran Rasulullah. Tapi ketika itu dilaksanakan dengan keramaian dan menimbulkan penularan penyakit, itu malah menimbulkan dosa," terangnya.

Lebih jauh Sutiaji menjelaskan jika Pemerintah Kota Malang tak membuat surat edaran khusus berkaitan dengan anjuran perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Sehingga ia meminta agar masyarakat juga bisa mengukur hal mana yang membahayakan dan tidak.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri juga menganjurkan agar masyarakat memanfaatkan libur panjang yang juga bersamaan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Baca Juga : Tak Ingin Wisatawan Pulang Bawa Oleh-Oleh Covid-19, Wali Kota Malang Lakukan Ini

Meski sebelumnya sempat beredar adanya kabar yang menyebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melarang adanya perayaan tradisi Maulid Nabi, hal itu kemudian diluruskan oleh Kementerian Dalam Negeri. Dijelaskan jika tidak ada pelarangan pelaksanaan tradisi Maulid Nabi. Melainkan masyarakat disarankan untuk tidak berkerumun dan tetap taat terhadap protokol kesehatan.

Sementara itu, perayaan Maulid Nabi sendiri dirayakan mulai hari ini, Rabu (28/10/2020) hingga Kamis (29/10/2020) besok malam. Masyarakat muslim di seluruh dunia memiliki caranya masing-masing untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW tersebut.