Kabid Angkutan Dishub Kota Malang Sony Bachtiar (bertopi) saat menegur calon penumpang untuk jaga jarak di Stasiun Malang, Selasa (27/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kabid Angkutan Dishub Kota Malang Sony Bachtiar (bertopi) saat menegur calon penumpang untuk jaga jarak di Stasiun Malang, Selasa (27/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Jelang libur panjang akhir Oktober 2020 dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad yang akan dimulai Rabu (28/10/2020) besok, sejumlah tempat keramaian diperiksa.

Pemeriksaan itu berkaitan dengan kesiapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19 yang diperketat. Mengingat libur panjang ini diperkirakan akan mengundang wisatawan lokal maupun luar daerah.

Baca Juga : APBD 2021 Kota Malang Mulai Dibahas, Fraksi PKS: Anggaran Harus Kembali kepada Rakyat

Salah satu yang dilakukan pemantauan yakni sarana moda transportasi di Stasiun Malang. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang meninjau aktivitas dan sarana prasana terkait protokol kesehatan pencegahan covid-19, siang ini (Selasa, 27/10/2020).

"Kami melaksanakan pemantauan, pengecekan lapangan terkait protokol kesehatan. Mulai awal harus dipenuhi rekomendasi bebas rapid. Artinya penumpang harus non-reaktif," ujar Kabid Angkutan Dishub Kota Malang Sony Bachtiar.

Petugas juga mengecek penumpang yang tengah menunggu pemberangkatan untuk menerapkan jaga jarak atau physical distancing. Petugas juga beberapa kali mengingatkan penumpang yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan.

Kemudian, apabila ditemui penumpang yang hasil rapid-nya reaktif, maka akan disarankan untuk ke layanan kesehatan terdekat, baik itu di puskesmas ataupun rumah sakit.

Sony juga memastikan pihak KAI (Kereta Api Indonesia)  akan mengembalikan uang tiket 100 persen apabila penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan lantaran kesehatannya tidak memenuhi standar.

"Ada beberapa hal di sini (Stasiun Malang) apabila ditemui ada yang reaktif,  pihak stasiun merekomendasikan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Jadi, tidak diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan. Terkait dengan tiket, dipastikan dikembalikan 100 persen," imbuhnya.

Baca Juga : Libur Panjang, Jatim Waspadai Risiko Penularan Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Lebih jauh, Dishub memastikan protokol kesehatan menjelang libur panjang relatif diperketat. Sony bersama petugas gabungan juga memastikan kondisi di area gerbong kereta, baik itu penerapan social distancing, proses sterilisasi yang secara berkala diterapkan, hingga pemantauan kesehatan para penumpang selama melakukan perjalanan.

"Penerapan protokol kesehatan juga tidak hanya di situ. Apabila terindikasi di dalam kereta penumpang bersuhu tinggi, disediakan ruang steril juga. Jadi, pemantauan penumpang itu mulai berangkat, di dalam kereta, sampai dengan tiba di tujuan," jelas Sony.

Fasilitas lainnya yang diterima penumpang jarak jauh yakni dibekali dengan face shield dan selalu diperiksa suhu tubuhnya. Nantinya, untuk pemantauan tersebut, Dishub memastikan akan dilangsungkan secara berkala.

"Berkala. Ini menjelang liburan seperti apa. Kemudian nanti pelaksanaan pas liburan dan pasca-liburannya," tandasnya.