Calon Bupati Malang Sanusi, dari Paslon nomor urut 1 SanDi (kemeja putih) ketika mendengarkan aspirasi warga saat kampanye di Kecamatan Wajak (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Calon Bupati Malang Sanusi, dari Paslon nomor urut 1 SanDi (kemeja putih) ketika mendengarkan aspirasi warga saat kampanye di Kecamatan Wajak (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada harapan unik yang disampaikan warga saat menyambut kedatangan paslon (pasangan calon) Bupati Malang, dari pasangan SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) saat berkampanye di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Selasa (27/10/2020).

Di hadapan Calon Bupati Malang, Sanusi, warga Dusun Bangsri, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak berharap agar pemimpin Kabupaten Malang mampu membantu pengadaan terop kematian.

Baca Juga : Deretan Figur Publik Akan Ramaikan Kampanye Paslon LaDub

Gagasan itu disampaikan langsung oleh pimpinan jamaah PDIP (Paguyuban Dakwah Islam Patokpicis), Misiun saat berdialog dengan Sanusi, Selasa (27/10/2020). ”Mohon dibantu Bapak, kalau soal jalan di sini (Desa Patokpicis, red) sudah beraspal. Tapi yang masih kurang itu soal fasilitas terop kematian. Mohon kalau bapak kembali terpilih sebagai Bupati Malang, tolong bantu jemaah di sini untuk pengadaan terop kematian,” ungkap Misiun saat menyampaikan aspirasinya di hadapan Sanusi.

Kepada media Online ini, Misiun yang mengaku mengkoordinir 4 ribuan jamaah PDIP tersebut, mengaku prihatin kepada para warga yang sedang berduka. Sebab, saat menggelar agenda keagamaan untuk mendoakan almarhum, pihak keluarga kesusahan untuk menyediakan tempat yang memadai untuk pengajian.

”Terop kematian itu untuk fasilitas nderes (baca al-quran, red) dan zikir, tahlil. Selama ini warga banyak yang tidak mampu menyewa terop, jadi seadanya saja. Rumah di sini kan mepet jalan semua, jadi jamaah harus berdesak-desakan saat menggelar agenda keagamaan di rumah warga yang sedang berduka,” keluh pria 74 tahun itu.

Kondisi berdesak-desakan tersebut terjadi lantaran keluarga yang sedang berduka kesusahan untuk menyewa terop. Wajar saja, untuk menyewa terop untuk acara keagamaan termasuk agenda doa bersama di rumah duka, warga harus mengeluarkan nominal ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

”Kalau menyewa selama sehari semalam biayanya biasanya Rp 300 ribu. Tapi kalau sampai selesai, selama 7 hari berturut-turut itu bisa sampai Rp 1 juta,” timpalnya.

Untuk itu, Misiun berharap agar pemimpin Kabupaten Malang Mendatang bisa memenuhi kebutuhan warga, terkait pengadaan fasilitas terop kematian tersebut. ”Minimal butuh 2 tangkep (terop, red) masing-masing ukuran 6 x 8 meter,” harapnya.

Baca Juga : Optimalkan Layanan PSC 119, Paslon SanDi Optimistis Warga Miskin Bisa Gratis Berobat

Menanggapi permintaan warga tersebut, Sanusi mengaku bakal segera berkoordinasi dengan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang. ”Terkait pengadaan terop kematian, akan saya koordinasikan dengan dewan. Soalnya pengeluaran anggaran itu harus ada pembahasan dengan anggota dewan,” ungkap Sanusi.

Meski mengaku masih akan berkoordinasi soal kebutuhan terop kematian tersebut dengan anggota dewan, namun Sanusi berjanji tidak hanya terop yang akan dipenuhi untuk warga Kabupaten Malang. Melainkan juga fasilitas pendukung dan fasilitas umum.

”Untuk fasilitas pendukung, juga akan kami upayakan bisa realisasi. Jadi tidak hanya terop kematian, tapi juga disel, jetset, dan karpet. Tapi ini tadi saya lihat di sini (Desa Patokpicis, red) juga masih jarang PJU (Penerangan Jalan Umum), maka akan kita upayakan akan ada itu (PJU),” ungkap Sanusi.

Khusus perihal PJU, sanusi mengaku bakal berkoordinasi dengan instansi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di Kabupaten Malang, guna merealisasi fasilitas PJU tersebut. ”Untuk penerangan jalan nanti akan ada tambahan 10 titik, tapi tetap harus dikoordinasikan dengan dewan,” pungkasnya.